0% found this document useful (0 votes)
8 views11 pages

Risk Assessment

Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
You are on page 1/ 11

Program Studi Teknik Kimia

Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM


Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM


(Laboratory Work Safety Analysis)

Formulir Analisis Keselamatan Pekerjaan Laboratorium (Laboratory Work Safety Analysis) ini berfungsi
sebagai acuan standar bagi para peneliti di laboratorium dalam lingkungan PSTK ITK untuk
mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya secara sistematis untuk mengurangi risiko kecelakaan dan
cedera. Penakaran risiko kerja ini wajib dilakukan oleh setiap peneliti sebelum memulai pekerjaan di
laboratorium.

1. IDENTITAS PENELITI
Nama Peneliti Thalia Winda Sari
No. Identitas 05211084
(NIM/NIP/NIK)
No. Ponsel 082350347710
Alamat Domisili Jl. Sungai Wein RT.33 KM. 15 Kelurahan Karang Joang Kecamatan
Balikpapan Utara

Jenis Percobaan ☐ Praktikum ☑ Penelitian ☐ Lainnya, sebutkan:

Judul /Topik Variasi Rasio Komposisi Terhadap Kinerja Superkapasitor

Nama Laboratorium Teknologi Proses


Dosen Pembimbing/ 1. Mutia Reza, S.T.,M.T.
Peneliti Utama

2. IDENTIFIKASI HAZARD
2.1. Identifikasi Hazardous Chemicals
Angka peringkat hazard bahan kimia mengacu pada NFPA 704: Standard System for the Identification of
the Hazards of Materials for Emergency Response.

Tabel 1. Identifikasi Hazard Bahan Baku dan Produk.


No Nama Flammability Health Hazard Instability- Special Keterangan
Bahan/Agen Hazard (Level (Level NFPA) reactivity hazard
NFPA) Hazard (Level
NFPA)
4 3 2 1 0 4 3 2 1 0 4 3 2 1 0
1. CNT ✓ ✓ ✓

Produk yang
dikelaskan
sebagai
sesuatu yang
berbahaya
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

dapat
menimbulkan
iritasi jika
Tekena mata.
Informasi
terkait titik
nyala tidak
ditemukan.
2. HNO3 ✓ ✓ ✓
(Nitric
Acid) 65%

Produk yang
sangat
berbahaya
dang mudah
teroksidasi
dapat
berakibat
fatal pada
pernapasan
dan
kerusakan jika
terkena kulit.
Tidak ada
informasi
terkait titik
nyala. Dapat
merusak
penapasan
dengan
paparan 2.65
mg/4h
3 H2SO4 ✓ ✓ ✓
(Sulfuric
Acid) 98%
Produk
dikategorikan
bahan yang
sangat
berbahaya
sangat mudah
teroksidasi
dan sangat
korosif dapat
menimbulkan
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

luka bakar
yang serius
bila terkena
tangan.
Bersifat
kersinogenik.
Tidak
terdapat
informasi titik
nyala. LC50
pada ikan
dengan dosis
42-500 mg/l.
3. Aquadest ✓ ✓ ✓

Produk yang
dikelaskan
sebagai
sesuatu yang
tidak
berbahaya
4. KCl ✓ ✓ ✓

Menyebabkan
iritasi jika
terkena
mata dan
kulit. Tidak
mudah
menyala.
LD50 marmut
: 2500 mg/kg
5. PVA ✓ ✓ ✓

Produk yang
dikelaskan
sebagai
sesuatu yang
tidak
berbahaya
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

6. PVDF ✓ ✓ ✓

Produk yang
dikelaskan
sebagai
sesuatu yang
tidak
berbahaya
7 Aseton ✓ ✓ ✓

Menyebabkan
iritasi pada
mata dan
kulit, Ketika
dihirup dapat
mengiritasi
bagian
respirasi
tubuh. Titik
nyala -20°C.
LD50 Tikus :
5800 mg/kg.
LC50 Tikus :
76 mg/l.
8 Xylen ✓ ✓ ✓

Cairan mudah
menyala
dengan titik
nyala 25°C
dan
menyebabkan
iritasi kulit
serius, dan
merusak
pernapasan.
LD50 Kelinci :
5000mg/kg.
9 Ethanol ✓ ✓ ✓
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

Cairan mudah
menyala
dengan titik
nyala 12°C
dan
menyebabkan
iritasi kulit.
LD50 kelinci:
19,999 mg/kg.
LC50 tikus :
8,001 mg/l

2.3. Identifikasi Hazardous Conditions or Processes

Tabel 2. Identifikasi Hazard Kondisi atau Proses.


Hazardous Conditions or Processes
Reaction Hazards Hazardous Processes Other Hazards
☐ Explosive ☑ Generation of air ☐ Hand/power tools
☑ Exothermic, with potential for fire, contaminants (gases, ☑ Moving equipment/parts
excessive heat, or runaway reaction aerosols, or particulates)
☑ Electrical
☐ Endothermic, with potential for ☑ Heating chemicals
☐ Noise > 80 dBA
freezing solvents, decreased solubility, ☐ Large mass or volume
☑ Heat/hot surfaces
or heterogeneous mixtures ☑ Pressure > atmospheric
☐ Ergonomic hazards
☐ Gases produced ☐ Pressure < atmospheric
☐ Needles/sharps
☐ Hazardous reaction ☐ Scale-up of reaction
intermediates/products ☐ Other (list):
☑ Hazardous side reactions

2.3. Identifikasi Hazard: Pelaku Kerja Laboratorium


Tabel 3. Identifikasi Hazard Pelaku Kerja Laboratorium.
No Evaluasi Ya Tidak
1 Apakah anda menyadari bahwa faktor manusia mempunyai andil yang besar ✓
terhadap terjadinya suatu kecelakaan kerja?
2 Apakah anda memahami bahaya yang dapat ditimbulkan dari bahan yang ✓
anda pergunakan dalam percobaan terhadap diri anda sendiri?
3 Apakah anda memahami bahaya yang dapat ditimbulkan dari bahan yang ✓
anda pergunakan dalam percobaan terhadap orang lain?
4 Apakah anda memahami bahaya yang dapat ditimbulkan dari bahan yang ✓
anda pergunakan dalam percobaan terhadap lingkungan?
5 Apakah anda memahami bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan dari ✓
peralatan yang anda pergunakan dalam percobaan anda?
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

6 Apakah anda tahu tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan ✓
yang disebabkan oleh percobaan yang anda lakukan?
7 Jika anda diminta melakukan penilaian diri sendiri tentang ketrampilan anda dalam bekerja,
anda termasuk kategori:
1. ceroboh
2. kurang terampil
3. cukup terampil
4. sangat terampil
3. ANALISIS RENCANA KERJA
3.1. Prosedur Percobaan

Tabel 4. Identifikasi Langkah Kerja, Hazard, dan Pengendaliannya


No. Langkah kerja Hazard Pengendalian
Pembuatan Elektroda
1. Persiapan Bahan CNT, 1. Faktor bahaya fisik: Segera mengencerkan tumpahan
HNO3 (Nitric Acid) Resiko tangan terkena dengan aquadest dan membersihkan
65%, dan H2SO4 cairan tumpahan tumpahan dengan tisu.
(Sulfuric Acid) 98% 2. Faktor bahaya kimia: Mereaksikan asam sulfat harus
Resiko terhirup aroma dilakukan di dalam lemari asam
cairan, sangat korosif dan karena bersifat asam kuat dan
memiliki bau yang menggunakan APD lengkap.
menyengat.
2. Penimbangan CNT 1 1.Faktor bahaya kimia: Segera membasuh bagian tubuh yang
gram Resiko tumpahan serbuk terkena bahan kimia dengan air yang
CNT menyebabkan iritasi mengalir. Jika terjadi hal serius segera
menghubungi asisten lab.
2. Faktor bahaya Menurunkan suhu hotplate pada
fisik/mekanik/listrik: controller yang tersedia. Melakukan
Resiko konsleting listrik pengecekan pada alat dan bahan
pada hotplate atau yang digunakan ketika dihubungkan
temperature tinggi di stop kontak yang menimbulkan
menyebabkan luka bakar bahaya. Tekan “off” dan
menghubungi laboran jika terjadi
bahaya.
3. Pembuatan Larutan 1.Faktor bahaya kimia: Mencampur bahan di dalam lemari
HNO3 dan H2SO4 Resiko tumpahan cairan asam dan pastikan dalam ventilasi
konsentrasi 1 M saat dilakukan pembuatan yang baik dan menggunakan APD
bahan yang bersifat lengkap.
korosif
2. . Faktor bahaya Segera membasahi kain lap dengan
fisik/mekanik: air lalu menutup sumber api, jika
Resiko penyalaan akibat terjadi kebakaran tingkat kecil. Segera
sumber api hubungi asisten lab jika terjadi hal
bahaya yang tidak dapat teratasi
sendiri.
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

4. Perendaman larutan 1.Faktor bahaya kimia: Segera bersihkan dengan air yang
HNO3 dan H2SO4 Tumpahan larutan yang mengalir. Mencampur bahan kimia di
dengan CNT selama 4 bersifat korosif lemari asam, ventilasi baik, dan APD
jam suhu 80°C lengkap.
2. Faktor bahaya Segera obati luka bakar dengan
fisik/mekanik: ketersediaan di kotak P3K.
Resiko terkonduksi panas Menggunakan sarung tangan anti
dari alat loyang oven panas untuk memindahkan sampel
dan dapat menggunakan penjepit
kayu.
5. Penyaringan dan 1.Faktor bahaya kimia: Segera membasuh bagian tubuh yang
Penetralan CNT dengan Resiko cairan dan sisa CNT terkena bahan kimia dengan air yang
aquadest mengenai tangan mengalir.
menyebabkan iritasi
2. Faktor bahaya Segera membersihkan CNT yang
Fisika/mekanik: mengenai tangan dengan air mengalir
Resiko tumpahan cairan dan membersihkan tumpahan
dengan tisu.
6. Pengeringan CNT 1.Faktor bahaya kimia: Segera membersihkan CNT yang
menggunakan oven Resiko CNT yang sudah mengenai tangan dengan air mengalir
diaktifkan mengenai dan membersihkan tumpahan
tangan dengan tisu.
2.Faktor bahaya Segera menurunkan suhu pada oven
Fisika/listrik: hingga suhu normal. Tetap terjaga
Resiko konsleting listrik dan jika tidak teratasi ketika terjadi
pada oven/overheating konsleting segera hubungi asisten lab.
Pembuatan Elektrolit
1. Persiapan bahan larutan 1.Faktor bahaya kimia: Segera mengencerkan tumpahan
KCl dan H2SO4 100ml Resiko terkena tumpahan dengan aquadest dan membersihkan
konsentrasi 2M, larutan asam kuat dan tumpahan dengan tisu.
3M,4M,5M, 6M terpapar
2.Faktor bahaya Mereaksikan asam sulfat harus
fisika/mekanik: dilakukan di dalam lemari asam
Resiko terhirup asam karena bersifat asam kuat dan
sulfat yang bersifat asam menggunakan APD lengkap.
kuat
2. Timbang padatan KCl 1.Faktor bahaya kimia -
dan tambahkan aquadest
di masukkan dalam labu 2.Faktor bahaya Segera Tekan “off” untuk
ukur fisika/mekanik: menonaktifkan alat dan cabut dar
Resiko konsleting listrik sumber arus listrik dan menghubungi
pada timbangan yang laboran jika terjadi bahaya.
berbahaya bagi pengguna
3. Pipet H2SO4 dan 1.Faktor bahaya kimia: Segera mengencerkan tumpahan
masukkan ke labu ukur Resiko tumpahan larutan dengan aquadest dan membersihkan
yang menyebabkan iritasi
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

hingga tanda tera dan tumpahan dengan tisu dan bersihkan


homogenkan. tangan dengan air mengalir.
2.Faktor bahaya Segera membersihkan dengan air
fisika/mekanik: yang mengalir dan melakukan reaksi
Resiko tumpahan larutan di dalam lemari asam dengan ventilasi
asam yang baik dan APD lengkap.
Pembuatan Separator
1. Persiapan bahan PVA 1.Faktor bahaya kimia -
dan PVDF konsentrasi
15% dan 17% 2.Faktor bahaya Segera membersihkan PVA dan PVDF
fisika/mekanik: yang mengenai tangan dengan air
Tumpahan serbuk mengalir dan membersihkan
mengenai mata tumpahan dengan tisu.Jika terjadi hal
menyebabkan iritasi serius segera meminta bantuan pada
asisten lab.
2. Panaskan campuran 1.Faktor bahaya kimia -
dengan hotplate
magnetic stirrer dan aduk 2. Faktor bahaya Segera Tekan “off” untuk
hingga homogen fisika/listrik : menonaktifkan alat dan cabut dar
Resiko konsleting listrik sumber arus listrik dan menghubungi
laboran jika terjadi bahaya.
3. Campuran diangkat dan 1.Faktor bahaya kimia -
dituang ke aluminium
foil dan masukkan ke 2.Faktor bahaya Segera membasuh bagian tubuh yang
oven fisika/mekanik: terkena bahan kimia dengan air yang
Resiko tumpahan larutan mengalir.
menyebabkan iritasi
4. Pembuatan PVA dengan 1.Faktor bahaya kimia: Segera membasuh bagian tubuh yang
fase inversi, campuran Resiko terjadinya terkena bahan kimia dengan air yang
PVA dengan ethanol dan tumpahan pada ethanol mengalir.
aquadest dengan menyebabkan iritasi mata
konsentrasi 15wt% dan serius
17wt% 2. Faktor bahaya Segera bersihkan tumpahan dan
fisika/mekanik: pastikan tidak bekerja di dekat
Resiko timbulnya sumber nyala api.
penyalaan jika didekatkan
dengan sumber nyala
pada ethanol
8. Campurkan 1.Faktor bahaya kimia -
menggunakan hotplate
magnetic stirrer hingga 2. Faktor bahaya Menurunkan suhu hotplate pada
tidak ada gumpalan fisika/listrik: controller yang tersedia. Melakukan
Resiko konsleting listik pengecekan pada alat dan bahan
pada sambungan yang digunakan ketika dihubungkan
hotplate/overheating di stop kontak yang menimbulkan
bahaya. Tekan “off” dan
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

menghubungi laboran jika terjadi


bahaya.
9. Tuangkan campuran ke 1.Faktor bahaya kimia -
dalam lempengan kaca
dan rendam ethanol 2.Faktor bahaya Segera bersihkan luka dengan
fisika/mekanik: betadine di ketersediaan di kotak P3K
Resiko terkena pecahan yang ada. Segera hubungi asisten lab
kaca jika terjadi masalah serius berupa
pendarahan.
10. Lempengan kaca 1.Faktor bahaya kimia -
dikeluarkan dan
dikeringkan 2. Faktor bahaya Segera obati luka bakar dengan
fisika/mekanik: ketersediaan di kotak P3K.
Resiko terkonduksi panas
Menggunakan sarung tangan anti
dari alat panas untuk memindahkan sampel
dan dapat menggunakan penjepit
kayu.
Uraikan langkah kerja di laboratorium (penelitian, praktikum, analisis, dan lain-lain), identifikasi hazard
yang ada, dan sebutkan upaya pengendalian dan mitigasinya.

3.2. Alat Pelindung Diri (APD)


Pilih APD dan perlengkapan keselamatan yang sesuai untuk prosedur (centang semua yang sesuai).
Tabel 5. Identifikasi Alat Pelindung Diri (APD) dan Perlengkapan Keselamatan.
☑ Sepatu tertutup ☐ Fire extinguisher
☑ Gloves; jenis: Lateks oven glaves ☐ Eyewash/safety shower
☐ Safety glasses ☑ First aid kit
☑ Safety goggles ☐ Spill kit
☐ Face shield and googles ☑ Lainnya (sebutkan): (masker medis, sarung
☑ Lab coat tangan lateks, sarung tangan anti panas, jas lab,
double filter mask,kaos kaki panjang, dan
☐ Flame-resistant lab coat
celana jeans)

3.3. Penanganan Limbah


Tabel 7. Jenis dan Metode Penanganan Limbah
No Jenis dan Komposisi Limbah Kategori Limbah Penanganan
Limbah Cair
1 Limbah sisa Larutan KCl, HNO3 ☑ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
(Nitric Acid) 65%, dan H2SO4 ☑ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
(Sulfuric Acid) 98%

2 Limbah air pencucian peralatan ☐ B3 ☑ Non-B3 ☑Ditangani mandiri


☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
☐ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3


Limbah Padat
1 Limbah padatan hasil penelitian ☐ B3 ☑ Non-B3 ☑ Ditangani mandiri
(tisu, sarung tangan lateks, ☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
masker)
2 Limbah padatan sisa CNT dan ☑ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
xylene ☑ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
☐ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
Limbah Gas
☐ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
☐ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
☐ B3 ☐ Non-B3 ☐ Ditangani mandiri
☐ Dikumpulkan ke TPS Limbah B3
4. PERINGKAT HAZARD
Jika dilihat dari bahan-bahan kimia yang dipergunakan dan dihasilkan dari percobaan, serta kondisi
operasi dan peralatan yang dipergunakan, maka secara rata-rata tingkat hazard dari percobaan
termasuk kategori:
☐ RENDAH ☑ SEDANG ☐ TINGGI
Program Studi Teknik Kimia
Institut Teknologi FORMULIR ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN LABORATORIUM
Kalimantan (Laboratory Work Safety Analysis Form)

Pernyataan pelaku kerja laboratorium


Saya memahami tentang apa yang akan saya lakukan dalam percobaan tersebut dan bertanggung
jawab terhadap keselamatan jalannya percobaan serta tidak melakukan kegiatan laboratorium diluar
pekerjaan yang diijinkan.
Tandatangan Mahasiswa Tanggal

Thalia Winda Sari Rabu, 10 Juli 2024

Menyetujui, Tanggal
Dosen pengampu

Mutia Reza, S.T.,M.T.


Menyetujui, Tanggal
Kepala Laboratorium

Rizka Lestari, S.T ., M.Eng.

You might also like