0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan9 halaman

BelajBelajar Pemrograman Dasar Arduino Untuk Pemula (DENGAN CONTOH PROGRAM) - Kelas Robot

Diunggah oleh

Purnomo Fitrianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan9 halaman

BelajBelajar Pemrograman Dasar Arduino Untuk Pemula (DENGAN CONTOH PROGRAM) - Kelas Robot

Diunggah oleh

Purnomo Fitrianto
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
Anda di halaman 1/ 9

Belajar Pemrograman Dasar Arduino Untuk Pemula (DENGAN CONTOH PROGRAM)

Ajang Rahmat November 10, 2019 7 min read

Table of Contents −
BARE MINIMUM
void setup
void loop

KLIK DISINI UNTUK GABUNG GRUP WA

Yang yang baru pertama kali belajar arduino silahkan masuk dulu ke KELAS ARDUINO.

Seperti yang saya bilang pada postingan sebelumnya, bahasa pemrograman Arduino mirip bahasa C
yang digunakan pada AVR.

Arduino sendiri bisa disebut sebuah library yang menyederhakan koding bahasa C menjadi lebih
sederhana.

Ada yang bilang juga bahwa bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa processing.

Bagi saya bahasa pemrograman yang digunakan pada Arduino adalah bahasa pemrograman
Arduino 😉 hehe
Nah pada kelas ini saya ingin mengajak kamu untuk belajar Bahasa Pemrograman Dasarnya.

Baca Juga: Cara Mudah Memprogram LCD 16×2 Tanpa I2C Dengan Arduino

Penting sekali, supaya saat dipembahasan selanjutnya saya kasih kamu contoh program.

Kamu sudah bisa memahami dan tidak bingung, karena kamu sudah tahu dasarnya. Ok!

Baiklah kita akan mulai dari:

BARE MINIMUM

void setup() {
// put your setup code here, to run once:
}
void loop() {
// put your main code here, to run repeatedly:
}

WARNING: Bare Minimum adalah koding paling minimum yang harus ada pada Arduino. Jadi
jika void setup dan void loop tidak ada, maka koding akan error.

***

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengetahui Alamat Pada LCD i2C?

void setup

Semua kode program yang ada dalam void setup akan dibaca sekali oleh Arduino. Biasanya isinya
berupa kode perintah untuk menentukan fungsi pada sebuah pin. Contoh kodenya seperti:

pinMode(13, OUTPUT); // menentukan pin 13 sebagai OUTPUT


pinMode(3, INPUT); // menentukan pin 3 sebagai INPUT

Adapun untuk komunikasi antara Arduino dengan komputer, menggunakan:


Serial.begin(9600); // untuk komunikasi Arduino dengan komputer

void loop

Semua kode program yang ada di void loop akan dibaca setelah void setup dan akan dibaca terus
menerus oleh Arduino. Isinya berupa kode-kode perintah kepada pin INPUT dan OUTPUT pada
Arduino. Contoh kodenya seperti:

digitalWrite(13, HIGH); //untuk memberikan 5V (nyala) kepada pin 13.


digitalWrite(13, LOW); //untuk memberikan 0V (mati) kepada pin 13.
analogWrite(3, 225); //untuk memberikan nilai 225 (setara dengan 5V) kepada pin 3.

Adapun untuk menampilkan nilai pada sebuah sensor di Serial Monitor, bisa menggunaka:

Serial.print(namasensor);
//menampilkan nilai sensor yang disimpan di variabel nama sensor

Untuk menampilkan teks, bisa menggunakan:

Baca Juga: Cara Mudah Memprogram DFPlayer Mini MP3 Module Dengan Arduino

Serial.print("Selamat Datang");
//menampilkan teks Selamat Datang pada Serial Monitor

Dan untuk membuka Serial Monitor sendiri pada Arduino, bisa dengan memilih menu Tools kemudian
pilih Serial Monitor. Atau dengan menekan kombinasi CTRL+SHIFT+M di keyboard. Atau bisa juga
dengan meng-klik ikon Kaca Pembesar di Arduino, seperti gambar dibawah ini:

––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––

MARI BAHAS LEBIH DETAIL LAGI!


CATATAN PADA PROGRAM
Kamu bisa membuat catatan pada program dan tidak akan dibaca oleh Arduino, dengan cara
mengetikan // kemudian mengetikan catatannya, seperti:

void loop() {
// catatan pada baris ini tidak akan dibaca oleh program
}

Tapi pemakaian tanda // hanya berfungsi untuk catatan satu baris saja, jika kamu ingin membuat
catatan yang panjang yaitu berupa paragraf. Maka pertama kamu ketikan /* lalu ketikan catatan kamu,
dan jika sudah selesai tutup dengan kode */ . Contohnya seperti:

void loop() {
/* apapun yang kamu mau ketikan disini tidak
akan dibaca oleh program
sepanjang apapun kamu mengetiknya
*/
}

KURUNG KURAWAL {}
Digunakan untuk menentukan awal dan akhir dari program. Karena seperti bahasa pemrograman
pada umumnya, Arduino membaca mulai dari atas hingga kebawah.

void loop()
{
//....program
//....program
//....program
}

TITIK KOMA ;
Setiap baris kode pada Arduino harus diakhiri dengan tanda ;
Baca Juga: Cara Mudah Program RTC DS3231 Jam Digital Dengan Arduino

void setup(){
pinMode(13, OUTPUT);
}

void loop(){
digitalWrite(13, HIGH);
}

VARIABLES
Variabel adalah kode program yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai pada sebuah nama. Yang
biasa digunakan diantaranya adalah Integer, Long, Boolean, Float, Character.

int (integer)
Variabel yang paling sering digunakan dan dapat menyimpan data sebesar 2 bytes (16 bits).

long (long)
Biasa digunakan jika nilai datanya lebih besar dari integer. Menggunakan 4 bytes (32 bits).

Baca Juga: Program FingerPrint Dengan Arduino

boolean (boolean)
Variabel yang hanya menyimpan nila TRUE dan FALSE saja. Hanya menggunakan 1 bit saja 😉

float(float)
Digunakan untuk floating point pada nilai decimal. Memory yang digunakan 4 bytes (32 bits).

char(character)
Menyimpan character berdasarkan ASCII kode (contoh: ‘A’=65). Menggunakan 1 byte (8 bits).

OPERATOR MATEMATIKA
Digunakan untuk memanipulasi nilai dengan perhitungan matematika sederhana seperti:
penjumlahan, pengurangan, sama dengan, dan sebagainya.

= (sama dengan) (contoh x=10*2 (x sekarang jadi 20))


% (persentase) (contoh 12%10 (hasilnya yaitu 2))
+ (penambahan)
– (pengurangan)
* (perkalian)
/ (pembagian)

OPERATOR PERBANDINGAN
Digunakan untuk melakukan perbandingan secara logika.

== (sama dengan) contoh: 15 == 10 FALSE atau 15 == 15 TRUE


!= (tidak sama dengan) contoh: 15 != 10 TRUE atau 15 != 15 FALSE
< (lebih kecil dari) contoh: 15 < 10 FALSE atau 12 < 14 TRUE
> (lebih besar dari) contoh: 15 > 19 TRUE atau 15 > 10 FALSE

STRUKTUR PENGENDALI
Program yang digunakan untuk menentukan sebuah kondisi, dan jika kondisinya sudah terpenuhi
maka akan melaksanakan perintah yang sudah ditentukan. Dan saat tidak memenuhi kondisinya juga
ada perintah yang dilaksanakan oleh Arduino.

Baca Juga: Cara Mudah Program Sensor Berat Load Cell HX711 dengan Arduino (Satuan
Gram)

if(kondisi A)
{
Kode Perintah A
}
else if(kondisi B)
{
Kode Perintah B
}
else
{
Kode Perintah C
}

Pertama Arduino akan lihat Kondisi A. Jika terpenuhi, maka akan melaksanakan Kode Perintah A.
Tapi jika TIDAK, Arduino akan lihat Kondisi B. Jika terpenuhi, maka akan melaksanakan Kode
Perintah B.
Tapi jika TIDAK juga, maka Arduino akan melaksanakan Kode Perintah C.

for(int i = 0; i < #repeats; i++)


{
Kode Perintah
}

Kode diatas digunakan saat kita ingin mengulangi kode atau nilai dalam beberapa kali. Penjelasan
detailnya nanti akan dibahas ketika mencoba membuat projek, biar lebih mudah dipahami, OK. 😉

KODE DIGITAL
Digunakan untuk pemrograman yang menggunakan Pin Digital pada Arduino.

Baca Juga: Cara Memasukan / Mengisi Bootloader Ke IC Chip ATmega328/168/8


Menggunakan Arduino Uno
pinMode( pin, mode);

Kode diatas digunakan untuk seting mode pin. Pin adalah nomer pin yang akan digunakan, kalo kamu
pake Arduino Uno, pin Digitalnya dari 0-13. dan mode sendiri bisa berupa INPUT atau OUTPUT.

Contoh:

pinMode(13, OUTPUT); // artinya pin 13 digunakan sebagai OUTPUT


pinMode(7, INPUT); // artinya pin 7 digunakan sebagai INPUT

Dan seperti yang sudah saya bilang untuk kode pinMode itu ada didalam void setup.

Baca Juga: Program Arduino GPS Ublock NEO TinyGPS++

digitalRead(pin);

Kode diatas digunakan pin INPUT, untuk membaca nilai sensor yang ada pada pin. Dan nilainya
hanya terbatas pada 1 (TRUE), atau 0 (FALSE).

Contoh:

digitalRead(13); // artinya kode akan membaca nilai sensor pada pin 13

Kode digitalRead kita masukan dalam void loop.

Baca Juga: Cara Mudah Program RTC Module DS1302 Jam Digital Dengan Arduino

digitalWrite(pin, nilai);

Kode diatas digunakan untuk pin OUTPUT yang sudah kita seting apakah akan diberikan HIGH (+5V),
atau LOW (Ground).

Contoh:

digitalWrite(13, HIGH); // artinya pin 13 kita diberi tegangan +5V


digitalWrite(13, LOW); // artinya pin 13 kita diberi tegangan 0 / Ground

Dan untuk kode digitalWrite tentu saja kita masukan dalam void loop.
Baca Juga: Program Arduino | Menyalakan Dan Mematikan LED Dengan Satu Tombol

analogWrite(pin, nilai);

Meskipun Arduino adalah perangkat digital, tapi kita masih bisa menggunakan fungsi Analognya pada
pin Digital Arduino. Tapi hanya beberap pin saja, yang biasa kita sebut PWM (Pulse With Modulation).
Pada Arduino Uno memiliki 6 pin PWM, yaitu: 3,5,6,9, 10, dan 11.

Dengan begini nilai yang dihasilkan menjadi bervariasi dari 0-225, itu setara dengan 0-5V.

Contoh:

analogWrite(3, 150); // artinya pin 3 diberikan nilai sebesar 150

Baca Juga: Cara Mudah Program Printer Thermal Menggunakan Arduino

Dan untuk kode analogWrite juga kita masukan dalam void loop.

KODE ANALOG
Kode analog ini digunakan ketika ingin menggunakan pin Analog pada Arduino. Untuk Arduino Uno
pin Analog dari A0-A5. Dan karena ini pin Analog maka hanya bisa kita gunakan sebagai INPUT saja.
Dan juga tidak perlu menulis pinMode pada void setup.

analogRead(pin);

Kode diatas digunakan untuk membaca nilai pada sensor Analog. Yaitu antara 0-1024.

Contoh:

Baca Juga: Belajar Arduino: Sensor Cahaya LDR!

analogRead(A0); // artinya kode akan membaca nilai sensor pada pin AO.

CATATAN: Kode dalam Arduino adalah Case Sensitive. Maksudnya penggunaan huruf kecil atau
huruf besar sangat berpengaruh.

dibawah ini video demo, bagi yang baru belajar dan bingung mau belajar bikin apa dulu:

Masih semangat belajar? Atau kamu malah sudah antusias berlebihan 😀 Kalau sangat semangat,
kamu bisa buka lanjutan kelas dibawah ini…
1. Program Arduino: Menyalakan LED dan BLINK!

2. Program Arduino: BLINK 3 LED Sekaligus!

3. Program Arduino: Digital Read Push Button!

4. Program Arduino: Analog Input Potensiometer!

5. Program Arduino: Sensor Cahaya LDR!

6. Program Arduino: Melody Dalam Speaker!

7. Program Arduino: Sensor Suhu LM35!

Anda mungkin juga menyukai