0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan20 halaman

Makalah Pemrograman Database

Makalah ini membahas tentang basis data, termasuk pengertian, komponen, tujuan, dan konsep dasar pemograman database."

Diunggah oleh

mahmudah icha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
112 tayangan20 halaman

Makalah Pemrograman Database

Makalah ini membahas tentang basis data, termasuk pengertian, komponen, tujuan, dan konsep dasar pemograman database."

Diunggah oleh

mahmudah icha
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
Anda di halaman 1/ 20

MAKALAH BASIS DATA

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemograman Data Base

Disusun Oleh:

Nama : Anita Ariani

NIM : 220210003

Dosen Pengampu : Noripansyah, S.Kom, M.Kom

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

INSTITUT TEKNOLOGI SAPTA MANDIRI

TAHUN AKADEMIK 2020/2024


Kata Pengantar

Puji dan Syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan rahmat dan karunia- Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik
dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas mengenai PEMROGRAMAN
DATABASE.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai
pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan
makalah ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah
ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun saya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian.

Tanjung, 15 Maret 2023

i
Daftar isi

Kata Pengantar.......................................................................................................................i
Daftar Isi................................................................................................................................ii
BAB 1 Pendahuluan...............................................................................................................1
1.1.------Latar Belakang........................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...................................................................................................1
1.3. Tujuan.....................................................................................................................1
BAB 2 Dasar Teori................................................................................................................2
2.1. Pengertian Basis Data.....................................................................................................2
2.2.. Komponen Basis Data....................................................................................................2
2.3.. Tujuan Basis Data..........................................................................................................4
2.4.. Perbandingan dalam Penggunaan dalam Sistem............................................................5
2.5.. Keuntungan dan Kerugian Basis Data............................................................................5
BAB 3 Pembahasan...............................................................................................................7
3.1. Konsep Dasar Pemograman Database............................................................................7
3.1.1. Istilah-istilah Basis Data........................................................................................7
3.1.2. Data Base Management System (DBMS).............................................................8
3.1.3. Arsitektur Basis Data.............................................................................................9
3.1.4. Data Base Independence.......................................................................................10
3.1.5. Model Basis Data..................................................................................................10
3.1.6. Bahasa Query Formal dan Komersial...................................................................11
3.2. Operasi Basis Data..........................................................................................................12
3.2.1.Perancangan Basis Data........................................................................................12
3.2.2.Teknik Normalitas.................................................................................................13
3.2.3.Bahasa Basis Data.................................................................................................14
BAB 4 Penutup......................................................................................................................15
4.1 Kesimpulan......................................................................................................................15
Daftar Pustaka........................................................................................................................iii

ii
1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Database ( Basis Data ) Merupakan Kumpulan dari suatu data yang tersimpan
dan saling berhubungan satu sama lain tersimpan dalam suatu komputer dan
digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Penerapan database dalam suatu
informasi disebut dengan datebase System. Selain itu, untuk mengelola dan
memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang
diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data
atau juga disebut Database Management System (DBMS).
Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data
akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data
adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan
komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data
operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan
informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan
keputusan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apakah yang dimaksud dengan basis data ?
2) Apa saja komponen dan tujuan dari basis data ?
3) Apa saja keuntungan dan kerugian dari basis data ?
4) Bagaimana konsep dasar pemograman database ?
1.3 Tujuan
 Mendeskripsikan arti dari database atau basis data.
 Mengetahui komponen dan tujuan dari basis data.
 Mengetahui keuntungan dan kerugian dari sistem basis data.
 Mengetahui bagaimana konsep dasar pemograman database berlangsung.
2

BAB 2
DASAR TEORI

2.1. Pengertian Basis Data

Pangkalan dataatau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula


dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara
sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk
memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk
mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis
data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu
informasi.Untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam
berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem
Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS).
Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk
satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem
penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan
untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah
organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai
untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.
Bahasa Basis Data (Database) Bahasa basis data merupakan bahasa yang digunakan oleh
user untuk berkomunikasi/ berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan. Misalnya SQL,
dBase, QUEL,dan sebagainya. Secara umum bahasa basis data terdiri atas: Data Definition
Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk
mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks
primer atau sekunder. Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan
perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data
ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar
menampilkannya kembali.

2.2. Komponen Basis Data


Komponen sistem basis data terdiri atas:
1. Data
3

Disimpan secara terintegrasi, artinya basis data merupakan gabungan dari


berbagai macam file aplikasi yang berbeda yang disusun dengan menghilangkan
bagian-bagian yang rangkap. Sebagai alat penghubung digunakan kunci (key).
Dipakai secara bersama-sama, artinya masing-masing bagian dari suatu data dapat
digunakan atau diakses bersama-sama dalam waktu yang bersamaan oleh pemakai
untuk aplikasi yang berbeda.
2. Hardware (Perangkat Keras)
Mencakup semua peralatan perangkat keras computer yang digunakan untuk
mengelola system basis data berupa : peralatan penyimpanan (disk, drum, tape),
peralatan input dan output, atau peralatan komunikasi.
3. Software (Perangkat Lunak)
Berguna sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada basis data,
berupa: Database Mangement System (DBMS) atau program-program aplikasi
dan prosedur – prosedur.
4. Pengguna (User)
Dibagi menjadi 4 kategori yaitu:
a. System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data,
dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem
tersebut.
b. Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data
secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data,
merencanakannya dan mengaturnya.
c. Programmer
Pengguna yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation
Language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam
bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain).
d. Pengguna Akhir
 Casual User (pengguna mahir). Pengguna yang berinteraksi dengan
sistem tanpa menulis modul program.
4

 End User (pemakai umum). Pengguna yang berinteraksi dengan


sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen yang telah ditulis atau disediakan sebelumnya.
 Specialized / sophisticated User (pengguna khusus). Pengguna
yang menulis aplikasi basis data non-konvensional, tetapi untuk
keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi Pengolahan Citra,
Sistem Pakar.
2.3. Tujuan Basis Data
Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan
(objektif) seperti berikut:
1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Yaitu agar pengguna perubahan/manipulasi terhadap data, dan menampilkan
kembali data dengan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan cara biasa (baik
manual ataupun elektronis) data melakukan basis dapat menyimpan data.
2. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
Dengan basis data kita mampu melakukan penekanan jumlah redundansi
(pengulangan) data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan
membuat relasi-relasi antara kelompok data yang saling berhubungan.
3. Keakuratan (Accuracy)
Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu dengan cara memanfaatkan
pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan
aturan/batasan (ccnstraint) tipe data, domain data, keunikan data, dsb.
4. Ketersediaan (Avaibility)
Agar data bisa diakses oleh setiap pengguna yang membutuhkan, dengan
penerapan teknologi jaringan serta melakukan pemindahan/penghapusan data
yang sudah tidak digunakan kadaluwarsa untuk menghemat ruang penyimpanan.
5. Kelengkapan (Completeness)
Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan
pemakai maupun terhadap waktu, dengan melakukan penambahan baris-baris data
ataupun melakukan perubahan struktur pada basis data; yakni dengan
menambahkan field pada tabel atau menambah tabel baru.
6. Keamanan (Security)
5

Agar data yang bersifat rahasia atau proses yang vital tidak jatuh ke orang
pengguna yang tidak berhak, yakni dengan penggunaan account (username dan
password) serta menerapkan pembedaan hak akses setiap pengguna terhadap data
yang bisa dibaca atau proses yang bisa dilakukan.
7. Kebersamaan pemakaian (Sharability)
Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak
pemakai), dengan menjaga menghindari munculnya problem baru seperti
inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa
user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak
pemakai yang saling menunggu untuk menggunakan data).
2.4. Perbandingan dalam Penggunaan dalam Sistem.
 File Management System :
1. Program terorientasi. Susunan data di dalam file, distribusi data pada peralatan
storage, dan organisasi filenya dipilih sedemikian rupa, sehingga program aplikasi
dapat menggunakan secara optimal
2. Kaku
3. Redudansi data (penduplikasian data atau file) serta tidak konsisten.
 Database Management System :
1. Data terorientasi. Susunan data, organisasi file pada database dapat dirubah,
begitu pula strategi aksesnya tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada.
2. Luwes/ fleksibel
3. keselerasan data lebih terkontrol.

2.5. Keuntungan dan Kerugian dari Basis Data


1. Keuntungan Basis Data
a) Terkontrolnya kerangkapan data dalam basis data hanya mencantumkan satu
kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang
memerlukannya.
b) Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data apabila ada perubahan data
pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk
keseluruhan.
6

c) Data dapat dipakai secara bersama (shared) data dapat dipakai secara
bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line)
pada saat bersamaan.
d) Dapat diterapkan standarisasi dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka
DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga
memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
e) Keamanan data terjamin DBA dapat memberikan batasan-batasan
pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak
akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve).
f) Terpeliharanya integritas data jika kerangkapan data dikontrol dan
kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.
g) Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang
berbeda dalam setiap aplikasi struktur basis data diatur sedemikian rupa
sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat.
h) Data independence (kemandirian data) dapat digunakan untuk bermacam-
macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.
2. Kerugian Basis Data
a) Mahal
 Diperlukan hardware tambahan
1. CPU yang lebih besar
2. Terminal yang lebih banyak
3. Alat untuk komunikasi
 Biaya performance yang lebih besar
1. Listrik
2. Personil yang lebih tinggi klasifikasinya
3. Biaya telekomunikasi yang antar lokasi / kota
b) Kompleks
c) Prosedur backup dan recovery sulit
7

BAB 3
PEMBAHASAN

3.2. Konsep Dasar Pemograman Database


Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau
potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari
jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema
menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek
tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur
basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau modeldata. Model yang umum
digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili
semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap
tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi
matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan
nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model
jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar table.
3.1.1 Istilah-istilah Basis Data
Dalam penyusunan basis data ada beberapa istilah yang akan sering
digunakan. Oleh karena itu, kita sebagai obyek yang mempelajari lebih jauh
lagi tentang ilmu pengetahuan basis data sepatutnya mengenal :
a. Enterprise : suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah
sakit, pabrik, dsb. Data yang disimpan dalam basis data merupakan data
operasional dari suatu enterprise. Contoh data operasional : data keuangan,
data mahasiswa, data pasien, data karyawan.
b. Entitas : suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat
diwujudkan dalam basis data. Contoh entitas dalam lingkungan bank
terdiri dari : nasabah, simpanan, hipotik. Contoh entitas dalam lingkungan
universitas terdiri dari : mahasiswa, mata kuliah. Kumpulan dari entitas
disebut Himpunan Entitas. Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa.
c. Atribut (Elemen Data) : karakteristik dari suatu entitas. Contoh: entitas
mahasiswa atributnya terdiri dari npm, nama, alamat, tgl lahir.
d. Nilai Data (Data Value) : isi data/informasi yang tercakup dalam setiap
elemen data. Contoh: atribut nama mahasiswa dapat berisi nilai data: Dani,
Dewi, Diaz.
8

e. Kunci Element Data (Key Data Element): tanda pengenal yang secara unik
mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh entitas
mahasiswa yang mempunyai atribut – atribut npm, nama, alamat, tgl lahir,
menggunakan kunci element data npm.
f. Record Data: kumpulan isi element data yang saling berhubungan. Contoh:
kumpulan atribut npm, nama, alamat, tgl lahir dari entitas mahasiswa:
“4109073”, “Dani”, “Jl. Jend. Sudirman No. 4 Makassar”, “4 April 1983”.

3.1.2 Data Base Management System (DBMS)


Seperti yang telah dikemukakan diawal, pada bagian ini kita akan
mengulas lebih spesifik lagi mengenai Sistem Mangement Basis Data atau
populernya disebut Database Managament System (DBMS). Yang mana
adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola database, mulai dari
membuat database itu sendiri sampai dengan proses – proses yang berlaku
dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query terhadap data,
membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu
jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS),
yang mempresentasikan data dalam bentuk tabel – tabel yang saling
berhubungan. Sebuah tabel disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom
(field). Banyak sekali berkembang perangkat lunak RDBMS ini, misalnya :
MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL Microsoft Access (MS. Access)
dan lain-lain. Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan
mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu :
a) Data Definition Language: merupakan perintah – perintah yang
digunakan oleh seorang Database Administrator untuk mendefinisikan
struktur dari database, baik membuat tabel baru, menentukan struktur
penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi data, dab lain
sebagainya.
b) Data Manipulation Language (DML): perintah-perintah yang
digunakan untuk memanipulasi dan mengambil data pada suatu
database. Manipulasi yang dapat dilakukan terhadap data adalah :
·         Penambahan Data
·         Penyisipan Data
·         Penghapusan Data
9

·         Pengubahan Data


c) Data Control Language: bagian ini berkenaan dengan cara
mengendalikan data, seperti siapa saja yang bisa melihat isi data,
bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user, dan lain-lain. Lebih
mengarah ke segi sekuritas data.
3.1.3 Arsitektur Basis Data
Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang
tersimpan di dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Arsitektur system basis
data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data. Menurut
ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas 3 level yaitu:
a. Internal/Physical Level: level terendah untuk mempresentasikan basis
data, berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik
(physical storage). Record disimpan dalam media penyimpanan dalam
format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
b. External/View Level: level user, berhubungan dengan bagaimana data
direpresentasikan dari sisi setiap user. Yang dimaksud dengan user
adalah programmer, end user atau DBA. Setiap user mempunyai
‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
 Programmer menggunakan bahasa pemograman seperti C,
COBOL, atau PL/I
 End User menggunakan bahasa query atau menggunakan
fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. Pada level
eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras
dan perangkat lunak yang digunakan aplkasi basis data.
Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
c. Conceptual/Logical Level: sebuah representasi seluruh muatan
informasi yang dikandung basis data yang menghubungkan antara
level internal dan level eksternal. Tidak seperti level eksternal, maka
pada level conceptual, keberadaannya tidak memperhitungkan
kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun
aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual
10

3.1.4 Data Base Independence


Dalam kebebasan data, aplikasi disekat dari bagaimana data disimpan
dan distrukturkan. Kebebasan data adalah salah satu keuntungan utama dari
penggunaan DBMS. Tujuan utama dari arsitektur 3 level diatas adalah untuk
menyediakan data independence, dimana level diatasnya tidak berpengaruh
oleh perubahan untuk level dibawahnya. Ada 2 jenis data independence:
a. Logical Data Independence (kebebasan data secara logika):
perlindungan dari perubahan struktur logika suatu data. Logical data
independence menunjuk kepada kekebalan dari skema eksternal untuk
perubahan-perubahan dalam skema konseptual. Perubahan skema
konseptual, seperti : memungkinkan penambahan atau penghapusan
entity, atribut, atau relationship tanpa harus mengganti skema eksternal
atau harus menulis kembali program aplikasi yang sudah ada.
b. Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik):
perlindungan dari perubahan struktur fisik suatu data. Physical data
independence menunjuk kepada kekebalan dari skema konseptual
untuk perubahan-perubahan dalam skema internal. Perubahan skema
internal, seperti: penggunaan organisasi file atau struktur penyimpanan
yang berbeda, penggunaan media penyimpanan yang berbeda,
perubahan algoritma indeks atau hashing tanpa harus
mengganti/merubah konseptual atau skema eksternal.
3.1.5 Model Basis Data
Model basis data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang
menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam
suatu organisasi. Fungsi dari suatu model data untuk mempresentasikan data
sehingga data tersebut mudah dipahami. Untuk menggambarkan data pada
tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau
model data berbasis objek atau model data berbasis record.
a) Model Data Berbasis Objek menggunakan konsep entitas, atribut dan
hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang
umum adalah:
 Entity – Relationship
 Semantic
11

 Functional
 Object – Oriented
b) Model Data Berbasis Record, basis data terdiri dari sejumlah record
dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3
macam jenis model data berbasis record yaitu:
 Model Data Relasional (Relational), merupakan model data
yang popular saat ini. Menggunakan model berupa tabel
berdimensi dua yang disebut relasi atau tabel. Memakai kunci
tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain.
 Model Data Hierarkhi (Hierarchical), dikenal pula sebagai
model pohon.
 Model Data Jaringan (Network), disebut juga model
CODASYL. Setiap anak biasa memiliki lebih dari satu
orangtua
3.1.6 Bahasa Query Formal dan Komersial
Bahasa query yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil
informasi. Dan bahasa query ini adalah bahasa pada model data relasional
yang terbagi menjadi 2 yaitu :
a. Bahasa Query Formal: bahasa query yang diterjemahkan dengan
menggunakan symbol-simbol matematis terdiri dari:
1. Procedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang
dibutuhkan dan bagaimana cara mendapatkannya.
2. Non procedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa
yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk
mendapatkannya.
b. Bahasa Query Komersial: bahasa query yang dirancang sendiri oleh
programmer menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah
menggunakannya (user friendly). Contoh :
 QUEL : berbasis pada bahasa kalkulus relasional
 QBE : berbasis pada bahasa kalkulus relational
 SQL : berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar
relasional
12

3.2. Operasi Basis Data


Basis data dianalogikan seperti lemari arsip yang memiliki aturan / cara
penyusunan dan penempatan arsip-arsip didalamnya dengan tujuan jika kita
ingin mencari dan mengambil kembali arsip/buku dari lemari arsip tersebut dapat
dilakukan dengan mudan dan cepat. Adapun operasi-operasi dasar yang dapat
dilakukan dengan basis data adalah sebagai berikut :
1.  Create Database (Pembuatan basis data baru)
2. Drop Database (Penghapusan basis data baru)
3. Create Table (File atau pembuatan tabel)
4. Drop Table (Penghapusan file atau tabel dari suatu basis data)
5. Insert (Penambahan / pengisian data baru sebuah file / tabel)
6. Search / Retrieve (Pengambilan data dari sebuah file / tabel)
7. Delete (Penghapusan data dari sebuah file / tabel)
8. Display, browse (Menampilkan basis data)
9. Update, Edit (Mengubah dan meng-edit data yang terdapat di dalam tabel
basis data)
10. Menghapus data dari tabel basis data (delete, zap, pack)
11. Create Index (Membuat indeks untuk setiap tabel basis data)

3.2.1. Perancangan Basis Data


Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) struktur database
sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data
tentu sangat dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu
sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Selanjutnya mengambil langkah-
langkah dalam perancangan basis data, yaitu:
a. Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk
mengidentifikasikan dan mendeskripsikan data yang dibuat oleh user dalam
sebuah organisasi.
b. Rancangan konseptual (Conceptual Design) tujuannya: untuk membuat
sebuah model data konseptual (atau arsitektur informasi) yang akan
mendukung perbedaan kebutuhan informasi dari beberapa user dalam sebuah
organisasi.
13

c. Rancangan Implementasi (Implementation Design) tujuannyal: untuk


memetakan model data logis (logical data model) kedalam sebuah skema
yang dapat diproses oleh DBMS tertentu melalui transformasi ER-D ke
Relasi.
d. Rancangan fisik (Physdical Design). Pada tahap terakhir ini, logical database
structured (normalized relation, trees, network, dll) dipetakan menjadi
physical storage structure seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
 Model detail oleh Database Specialist
 Diagram Entity-Relationship
 Normalisasi
 Spesifikasi hardware/software

3.2.2. Teknik Normalitas


Pengertian normalisasi ada beberapa yang berpendapat:
a. Istilah Normalisasi berasal dari E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi
basis data. Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan
struktur tabel 9 relasi dalam basis data (dengan tujuan mengurangi
kemubadziran data), normalisasi terkadang hanya dipakai sebagai
perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi
lain (misalnya : E-R).
b. Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu
relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua belah relasi atau lebih
yang tidak memiliki masalah tersebut. Masalah yang dimaksud oleh
Kroenke ini sering disebut dengan istilah anomaly.
c. Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis
data/database, teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga
membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
d. Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun dengan model
data relasional, dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model
data logika.
Proses normalisasi adalah proses pengelompokkan data elemen
menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses
normalisasi dilakukan pengujian pada beberapa kondisi apakah ada kesulitan
14

pada saat menambah/menyisipkan, menghapus, mengubah dan mengakses


pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan pada pengujian tersebut maka
perlu dipecahkan relasi pada beberapa beberapa tabel lagi atau dengan kata
lain perancangan basis data belum optimal.
Tujuan dari normalisasi itu sendiri adalah:
a. Untuk menghilangkan kerangkapan data
b. Mengurangi kompleksitas
c. Untuk mempermudah pemodifikasian data
3.2.3. Bahasa Basis Data
Bahasa basis data merupakan digunakanoleh untuk user yang
berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan. Misalrya SQL,
dBase, QUEL, dan sebagainya.
Secara umum bahasa basis data terdiri atas:
 Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang
dapat digunakan untuk mendefinisikan objek objek basis data, seperti
membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
 Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang
dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data
ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya
sekedar menampilkannya kembali. Jenis DML:
1. Prosedural mensyaratkan agar pemakai menentukan data apa yang
diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya.
2. Nonprosedural pemakai menentukan data yang diinginkan tanpa
menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya.
SQL (Structured Query Language) SQL adalah bahasa yang digunakan untuk
berkomunikasi dengan database. Menurut ANSI (American National Standards
Institute), bahasa ini merupakan standar untuk relational database management
systems (RDBMS).
Pernyataan-pernyataan SQL digunakan untuk melakukan beberapa tugas
seperti update data pada database atau menampilkan data dari database. Hampir
semua software database mengimplementasikan bahasa SQL sebagai komponen
utama dari produknya, salah satunya MySQL
15

BAB 4
PENUTUP

3.3. Kesimpulan
Ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dalam pembuatan makalah ini,
diantaranya yaitu:
1. Basis data atau juga disebut database artinya berbasiskan pada data, tetapi
secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data
yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara
logis, sehingga menghasilkan informasi. Untuk mengelola dan mengambil
query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan
dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Management Basis Data atau
juga disebut Data Base Management System (DBMS). Penggabungan
Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk
satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data.
2. Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware,
software dan user. Istilah-istilah dalam basis data juga seyogyanya kita tahu
yaitu: enteprise, entitas, atribut, nilai data, kunci element data, record data.
3. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu:
Internal/Physical Level, External/View Level, Conceptual/Logical Level.
Tujuan utama dari arsitektur 3 level tersebut adalah untuk menyediakan data
independence yang terbagi dua: Logical Data Independence (kebebasan data
secara logika), Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik).
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan
model data berbasis objek atau model data berbasis record. Bahasa query
formal dan komersial adalah bahasa pada model data relasional, yang mana
model data relasional merupakan salah satu dari model data berbasis record.
Agar terciptanya basis data, maka butuh proses pembuatan. Langkah-langkah
yang dapat diambil dalam perancangan basis data sebagai berikut:
mendefinisikan kebutuhan data, rancangan konseptual, rancangan
implementasi, rancangan fisik, langkah perbaikan. Suatu teknik untuk
mengorganisasikan data kedalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan
16

pemakai didalam suatu organisasi disebut normalisasi. Tujuan normalisasi:


untuk menghilang kerangkapan data, untuk mengurangi kompleksitas, untuk
mempermudah pemodifikasian data. Sedangkan Tahapan Normalisasi: bentuk
tidak normal, bentuk normal pertama (1NF), bentuk normal kedua (2NF),
bentuk normal ketiga (3NF), bentuk normal boyce-codd (BCNF), bentuk
normal keempat (4NF), bentuk normal kelima.
4. Database menyimpan data dengan baik,akurat,dan relevan, mengurangi
duplikasi data/penggandaan data (data redundancy) serta dapat mengurangi
pemborosan tempat simpanan luar
1

DAFTAR PUSTAKA

fauzul, kabir. “konsep sistem basis data”.


http://fauzult.blogspot.com/2012/01/tugas-makalah-basis-data.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_basis_data
Fathansyah, 2004,”Buku Teks Komputer, Basis Data”, Informatika: Bandung
Anthoni J. Fabbri, dan A. Robert Schwab, Practical Database Management, PWKS-KENT
Publishing Company, Boston, 1992
http://www.scribd.com/doc/30914906/Pengertian-Database

iii

Anda mungkin juga menyukai