Menyadur
Mencoba menyalin sebuah tulisan menjadi ringkas dapat dilakukan juga dengan cara menyadur.
Bentuk saduran banyak kita lihat dalam karya fiksi. Penyaduran ini biasanya terlihat pada karya-
karya yang berasal dari bahasa asing.
Menyadur adalah menyusun kembali cerita secara bebas tanpa merusak garis besar cerita, biasanya
dari bahasa lain. Menyadur juga diartikan sebagai mengolah (hasil penelitian, laporan, dsb.) atau
mengikhtisarkan (KBBI 2002: 976). Dengan demikian, menyadur mengandung konsep
menerjemahkan secara bebas dengan meringkas, menyederhanakan, atau mengembangkan tulisan
tanpa mengubah pokok pikiran asal. Hal penting yang harus kita ketahui ialah bahwa dalam
menyadur sebuah tulisan, ternyata kita diperkenankan untuk memperbaiki bentuk maupun bahasa
karangan orang lain, misalnya dalam kasus karangan terjemahan.
Dalam sebuah proses penyaduran karya orang lain, kita masih tetap berpegang untuk tidak
mengubah pokok pikiran asal dari penulis aslinya. Sebagai contoh, ketika kita akan membuat
saduran sebuah cerita, konsistensi yang perlu kita perhatikan adalah tetap berpegang pada alur
cerita, ide cerita, maupun plot yang ada di dalam cerita tersebut. Jangan justru menambahi ide ke
dalam cerita tersebut. Suatu hal yang tidak boleh kita lupakan dalam menyadur adalah dengan
meminta izin, mencantumkan sumber tulisan berikut nama penulisnya.
Mentranskrip