Rekayasa Ide

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1dari 8

REKAYASA IDE

MK. KETERAMPILAN
BAHASA PRODUKTIF
TUGAS REKAYASA IDE

SKOR NILAI:

SINTESIS

(DEFINISI BERBICARA DAN ISTILAH ‘TEKS’)

NAMA MAHASISWA: SRI YULIANA S

NIM: 2181111024

DOSEN PENGAMPU: Drs. SANGGUP BARUS, M.Pd.

MATA KULIAH: KETERAMPILAN BAHASA PRODUKTIF

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

NOVEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang
berkuasa atas seluruh alam semesta, karena berkat rahmat, taufik serta hidayah-Nya jugalah
maka Tugas Rekayasa Ide mata kuliah “Keterampilan Bahasa Produktif” ini dapat diselesaikan
tepat pada waktunya.

Dalam kesempatan ini saya sebagai penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu selesainya pembuatan Tugas Rekayasa Ide ini. Saya menyadari
bahwa dalam penyusunan tugas ini tidak terlepas dari kesalahan dan sangat jauh dari sempurna.
Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
sempurnanya tugas ini.

Saya berharap semoga tugas ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan bisa
memberikan manfaat bagi kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa mencurahkan rahmat dan
karunia-Nya kepada kita semua.

Medan, November 2018

Sri Yuliana S.
Definisi Berbicara Menurut Para Ahli

Nurhadi (1995:342) mengungkapkan bahwa berbicara berarti mengungkapkan ide atau


pesan lisan secara aktif. Jadi berbicara termasuk salah satu aspek kemampuan berbahasa yang
berfungsi untuk menyampaikan informasi secara lisan.
Sumber : Nurhadi. 1995. Tata Bahasa Pendidikan: Landasan Penyusunan Buku Pelajaran
Bahasa. Semarang : IKIP Semarang Press

Henry Guntur Tarigan (1981:15) menyatakan dengan jelas bahwa berbicara ialah suatu
kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan,
menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
Sumber : Henry Guntur Tarigan. 1981. Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Penerbit Angkasa

Menurut Suharyanti (1996:5), berbicara merupakan pemanfaatan sejumlah otot dan


jaringan otot tubuh manusia untuk memberi tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan dapat
dilihat (visible) agar maksud dan tujuan dari gagasan-gagasannya dapat tersampaikan. Hal ini
menunjukkan bahwa berbicara merupakan pengucapan bunyi-bunyi yang dipandang dari faktor
fisik untuk mengkomunikasikan gagasannya.
Sumber : Suharyanti dan Edy Suryanto. 1996. Retorika: Buku Pegangan Kuliah. Surakarta: UNS
Press

Menurut Arsjad Dan Mukti U.S.&Arsjad dan Mukti U. S.4 (1993:23) mengemukakan
bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk
mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.
Sumber :Arsjad, Maidar G. dan Mukti, U.S. (1993). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa
Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Marwoto dan Yant Mujianto (1998:2) menyatakan bahwa berbicara merupakan salah satu
komunikasi yang mengandalkan kekuatan dan kompetensi berbahasa, kata-kata, frasa, kalimat,
paragraf, dan ujaran, dengan vokal dan penampilan yang pendukung.
Sumber : Marwoto dan Yant Mujiyanto. 1998. BPK Berbicara II (Sanggar Bahasa dan Sastra
Indonesia). Surakarta: Depdikbud RI UNS
Pengertian Teks Menurut Para Ahli
Para ahli telah mendefinisikan ‘teks’ dalam beberapa pendapat di antaranya :

1.Luxemburg

Pengertian teks adalah sebuah ungkapan yang memiliki isi, sintaksis pragmatik, dan itu
semua menjadi sebuah kesatuan yang menjadikan teks memiliki makna yang menjadi sebuah
penjelasan akan sebuah hal.

2.KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia teks didefinisikan sebagai :

1. Naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang

2. Kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan

3.Wikipedia

Sedangkan menurut Wikipedia Indonesia pengertian teks adalah berkas komputer yang bisa
menjadi sebuah penjelasan akan suatu hal.

Struktur teks

Struktur teks adalah tata organisasi teks, yaitu cara teks disusun. Sebuah teks ditata sesuai
dengan jenisnya. Misalnya, teks prosedur mempunyai sruktur teks tujuan yang akan
dicapai^langkah-langkah; teks laporan mempunyai struktur teks pernyataan
umum/klasifikasi^anggota/aspek yang dilaporkan.

Jenis-jenis teks

1. Teks Anekdot

Jenis teks yang berisi peristiwa-peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari
krisis yan ditanggapi dengan reaksi. Anekdot mempunyai struktur teks :

(1) abstraksi

(2) orientasi

(3) krisis

(4) reaksi

(5) koda
2. Teks Deskripsi

Jenis teks yang menggambarkan keadaan (sifat, bentuk, ukuran, warna, dsb) sesuatu (manusia
atau benda) secara individual dan unik. Teks ini mengutamakan hubungan antara keseluruhan
dan bagian-bagiannya. Struktur teks nya adalah

(1) pernyataan umum

(2) uraian bagian-bagian.

3. Teks Diskusi

Jenis teks yang berisi tinjauan terhadap sebuah isu dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu
sisi yang mendukung dan menentang isu tersebut. Teks diskusi sering disebut teks argumentasi
dua sisi. Struktur teks nya adalah :

• Isu

• Argumentasi

• Argumentasi yang menentang

• Kesimpulan/rekomendasi

4. Teks Editorial

Jenis teks pada koran atau majalah yang merupakan ungkapan wawasan atau gagasan terhadap
sesuatu yang mewakili koran atau majalah tersebut. Editorial juga disebut tajuk rencana.

5. Teks Eksemplum

Jenis teks rekaan yang berisi insiden yang menurut partisipannya tidak perlu terjadi. Secara
pribadi, partisipan menginginkan insiden itu dapat diatasi, tetapi ia tidak dapat berbuat apa-apa.
Struktur teks nya adalah :

(1) abstrak

(2) orientasi

(3) insiden

(4) interpretasi

(5) koda
6. Teks Eksplanasi

Jenis teks yang menjelaskan hubungan logis dari beberapa peristiwa. Pada teks eksplanasi,
sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut
mengakibatkan peristiwa yang lain lagi sesudahnya. Struktur teksnya adalah :

(1) Pernyataan umum

(2) Urutan alasan logis

7. Teks Eksposisi

Jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau megusulkan sesuatu berdasarkan
argumentasi yang kuat. Teks ini berbeda dengan teks diskusi yang berisi dua sisi argumentasi;
teks eksposisi hanya berisi satu sisi argumentasi: sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.
Struktue teksnya adalah :

(1) pernyataan pendapat (tesis)

(2) argumentasi

(3) penegasan ulang pendapat

8. Teks Naratif

Teks rekaan yang berisi komplikasi yang menimbulkan masalah yang memerlukan waktu untuk
melakukan evaluasi agar dapat memecahkan masalah tersebut. Teks naratif umumnya dijumpai
pada dongeng, hikayat, cerita pendek, atau novel. Struktur teksnya adalah :

(1) abstrak

(2) orientasi

(3) komplikasi

(4) evaluasi

(5) resolusi

(6) koda
9. Teks Negosiasi

Proses tawar-menawar dng jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu
pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yg lain. Struktur teksnya
adalah :

(1) pembukaan

(2) isi

(3) penutup

10. Penceritaan (recount)

Jenis teks yang berisi pengungkapan pengalaman atau peristiwa yang dilakukan pada masa
lampau. Struktur teksnya adalah :

(1) orientasi

(2) urutan peristiwa

(3) reorientasi

11. Teks Prosedural

Jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang
diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik, teks tersebut disebut
protokol. Struktur teksnya adalah :

(1) tujuan yang akan dicapai

(2) langkah-langkah

Sumber: buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan.
DAFTAR PUSTAKA

Arsjad, Maidar G. dan Mukti, U.S. (1993). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia.
Jakarta: Erlangga.

Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Henry Guntur Tarigan. 1981. Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung :
Penerbit Angkasa

Marwoto dan Yant Mujiyanto. 1998. BPK Berbicara II (Sanggar Bahasa dan Sastra Indonesia).
Surakarta: Depdikbud RI UNS

Nurhadi. 1995. Tata Bahasa Pendidikan: Landasan Penyusunan Buku Pelajaran Bahasa.
Semarang : IKIP Semarang Press

Suharyanti dan Edy Suryanto. 1996. Retorika: Buku Pegangan Kuliah. Surakarta: UNS Press

Anda mungkin juga menyukai