0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan9 halaman

LP Post Partum (Aisyah)

Dokumen tersebut membahas tentang post partum yang merupakan masa sesudah persalinan selama 6 minggu untuk pemulihan organ reproduksi wanita. Juga membahas tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita mulai dari organ eksternal seperti vulva, klitoris, hingga organ internal seperti ovarium, uterus, dan vagina. Termasuk tanda dan gejala post partum seperti peningkatan perdarahan, nyeri, serta involusi organ reproduksi setelah melahirkan.

Diunggah oleh

Annisa Aurilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan9 halaman

LP Post Partum (Aisyah)

Dokumen tersebut membahas tentang post partum yang merupakan masa sesudah persalinan selama 6 minggu untuk pemulihan organ reproduksi wanita. Juga membahas tentang anatomi dan fisiologi sistem reproduksi wanita mulai dari organ eksternal seperti vulva, klitoris, hingga organ internal seperti ovarium, uterus, dan vagina. Termasuk tanda dan gejala post partum seperti peningkatan perdarahan, nyeri, serta involusi organ reproduksi setelah melahirkan.

Diunggah oleh

Annisa Aurilia
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
Anda di halaman 1/ 9

A.

Pengertian
Post partum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masa nifas yaitu masa
sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya
6 minggu.
Partus dianggap normal atau spontan jika wanita berada dalam masa aterm, tidak terjadi
komplikasi, terdapat satu janin presentasi puncak kepala dan persalinan selesai dalam 24
jam.
Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada perineum sewaktu persalinan.

B. Tanda dan Gejala


1. Peningkatan perdarahan : Bekuan darah dan keluarnya jaringan.
2. Keluar darah segar terus menerus setelah persalinan.
3. Nyeri yang hebat.
4. Peningkatan suhu.
5. Perasaan kandung kemih yang penuh dan ketidakmampuan mengosongkan.
6. Perluasan hematoma.
7. Muka pucat, dingin, kulit lembab, peningkatan HR, chest pain serta batuk.

C. Anatomi dan Fisiologi


1. Anatomi
Sistem reproduksi wanita terdiri dari organ interna, yang terletak didalam rongga pelvis
dan ditopang oleh lantai pelvis, dan genetalia eksterna, yang terletak di perineum.
Struktur reproduksi interna dan 9 eksterna berkembang menjadi matur akibat rangsang
hormon estrogen dan progesterone.
a. Struktur eksterna

1) Vulva
Vulva adalah nama yang diberikan untuk struktur genetalia externa. Kata
iniberarti penutup atau pembungkus yang berbentuk lonjong, berukuran panjang,
mulai klitoris, kanan kiri dibatasi bibir kecil sampai ke belakang dibatasi
perineum.
2) Mons Pubis
Mons pubis atau mons veneris adalah jaringan lemak subkutan berbentuk bulat
yang lunak dan padat serta merupakan jaringan ikat jarang di atas simfisis pubis.
Mons pubis mengandung banyak kelenjar sebasea dan ditumbuhi rambut
berwarna hitam, kasar, dan ikal pada masa pubertas, mons berperan dalam
sensualitas dan melindungi simfisis pubis selama koitus.
3) Labia Mayora
Labia mayora adalah dua lipatan kulit panjang melengkung yang menutupi lemak
dan jaringan kulit yang menyatu dengan mons pubis. Keduanya memanjang dari
mons pubis ke arah bawah mengililingi labia minora, berakhir di perineum pada
garis tengah. Labia mayora melindungi labia minora, meatus urinarius, dan
introitus vagina. Pada wanita yang belum pernah melahirkan anak pervaginam,
kedua labia mayora terletak berdekatan di garis tengah, menutupi stuktur-struktur
di bawahnya. Setelah melahirkan anak dan mengalami cedera pada vagina atau
pada perineum, labia sedikit terpisah dan bahkan introitus vagina
terbuka.Penurunan produksi hormon menyebapkan atrofi labia mayora. Pada
permukaan arah lateral kulit labia tebal, biasanya memiliki pigmen lebih gelap
daripada jaringam sekitarnya dan ditutupi rambut yang kasar dan semakin
menipis ke arah luar perineum. Permukaan medial labia mayora licin, tebal, dan
tidak tumbuhi rambut. Sensitivitas labia mayora terhadap sentuhan, nyeri, dan
suhu tinggi. Hal ini diakibatkan adanya jaringan saraf yang menyebar luas, yang
juga berfungsi selama rangsangan seksual.
4) Labia Minora
Labia minora terletak di antara dua labia mayora, merupakan lipatan kulit yang
panjang, sempit, dan tidak berambut yang , memanjang ke arah bawah dari bawah
klitoris dan dan menyatu dengan fourchett. Sementara bagian lateral dan anterior
labia biasanya mengandung pigmen, permukaan medial labia minora sama
dengan mukosa vagina. Pembuluh darah yang sangat banyak membuat labia
berwarna merah kemerahan dan memungkankan labia minora membengkak, bila
ada stimulus emosional atau stimulus fisik. Kelenjar-kelenjar di labia minora juga
melumasi vulva. Suplai saraf yang sangat banyak membuat labia minora sensitif,
sehingga meningkatkan fungsi erotiknya.
5) Klitoris
Klitoris adalah organ pendek berbentuk silinder dan yang terletak tepat di bawah
arkus pubis. Dalam keadaan tidak terangsang, bagian yang terlihat adalah sekitar
6x6 mm atau kurang. Ujung badan klitoris dinamai glans dan lebih sensitif dari
pada badannya. Saat wanita secara seksual terangsang, glans dan badan klitoris
membesar. Kelenjar sebasea klitoris menyekresi smegma, suatu substansi lemak
seperti keju yang memiliki aroma khas dan berfungsi sebagai feromon. Istilah
klitoris berasal dari kata dalamm bahasa yunani, yang berarti „‟kunci‟‟ karena
klitoris dianggap sebagai kunci seksualitas wanita. Jumlah pembuluh darah dan
persarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif terhadap suhu, sentuhan
dan sensasi tekanan.
6) Vestibulum
Vestibulum ialah suatu daerah yang berbentuk seperti perahu atau lojong, terletak
di antara labia minora, klitoris dan fourchette. Vestibulum terdiri dari muara
uretra, kelenjar parauretra, vagina dan kelenjar paravagina. Permukaan
vestibulum yang tipis dan agak berlendir mudah teriritasi oleh bahan kimia.
Kelenjar vestibulum mayora adalah gabungan dua kelenjar di dasar labia mayora,
masing-masing satu pada setiap sisi orifisium vagina.
7) Fourchette
Fourchette adalah lipatan jaringan transversal yang pipih dan tipis, dan terletak
pada pertemuan ujung bawah labia mayora dan minora di garis tengah di bawah
orifisium vagina. Suatu cekungan dan fosa navikularis terletak di antara
fourchette dan hymen.
8) Perineum
Perineum adalah daerah muskular yang ditutupi kulit antara introitus vagina dan
anus. Perineum membentuk dasar badan perineum.
b. Struktur internal
1) Ovarium
Sebuah ovarium terletak di setiap sisi uterus, di bawah dan di belakang tuba
falopi. Dua lagamen mengikat ovarium pada tempatnya, yakni bagian
mesovarium ligamen lebar uterus, yang memisahkan ovarium dari sisi dinding
pelvis lateral kira-kira setinggi krista iliaka anterosuperior, dan ligamentum ovarii
proprium, yang mengikat ovarium ke uterus. Dua fungsi ovarium adalah
menyelenggarakan ovulasi dan memproduksi hormon.Saat lahir, ovarium wanita
normal mengandung banyak ovum primordial. Di antara interval selama masa
usia subur ovarium juga merupakan tempat utama produksi hormon seks steroid
dalam jumlah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi
wanita normal.
2) Tuba Fallopi
Sepasang tuba fallopi melekat pada fundus uterus. Tuba ini memanjang ke arah
lateral, mencapai ujung bebas legamen lebar dan berlekuk-lekuk mengelilingi
setiap ovarium. Panjang tuba ini kira-kira 10 cm dengan berdiameter 0,6 cm.
Tuba fallopi merupakan jalan bagi ovum. Ovum didorong di sepanjang tuba,
sebagian oleh silia, tetapi terutama oleh gerakan peristaltis lapisan otot. Esterogen
dan prostaglandin mempengaruhi gerakan peristaltis. Aktevites peristaltis tuba
fallopi dan fungsi sekresi lapisan mukosa yang terbesar ialah pada saat ovulasi.
3) Uterus
Uterus adalah organ berdinding tebal, muskular, pipih, cekung yang tampak mirip
buah pir yang terbalik. Uterus normal memiliki bentuk simetris, nyeri bila di
tekan, licin dan teraba padat. Uterus terdiri dari tiga bagian, fudus yang
merupakan tonjolan bulat di bagian atas dan insersituba fallopi, korpus yang
merupakan bagian utama yang mengelilingi cavum uteri, dan istmus, yakni
bagian sedikit konstriksiyang menghubungkan korpus dengan serviks dan dikenal
sebagai sekmen uterus bagian bawah pada masa hamil. Tiga fungsi uterus adalah
siklus menstruasi dengan peremajaan endometrium, kehamilan dan persalinan.
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :
a) Endometrium yang mengandung banyak pembuluh darah ialah suatu lapisan
membran mukosa yang terdiri dari tiga lapisan : lapisan permukaan padat,
lapisan tengah jaringan ikat yang berongga, dan lapisan dalam padat yang
menghubungkan indometrium dengan miometrium.
b) Miometrum yang tebal tersusun atas lapisan – lapisan serabut otot polos yang
membentang ke tiga arah. Serabut longitudinal membentuk lapisan luar
miometrium, paling benyak ditemukan di daerah fundus, membuat lapisan ini
sangat cocok untuk mendorong bayi pada persalinan.
c) Peritonium perietalis Suatu membran serosa, melapisi seluruh korpus uteri,
kecuali seperempat permukaan anterior bagian bawah, di mana terdapat
kandung kemih dan serviks. Tes diagnostik dan bedah pada uterus dapat
dilakukan tanpa perlu membuka rongga abdomen karena peritonium perietalis
tidak menutupi seluruh korpus uteri.
4) Vagina
Vagina adalah suatu tuba berdinding tipis yang dapat melipat dan mampu
meregang secara luas. Mukosa vagina berespon dengan cepat terhadap stimulai
esterogen dan progesteron. sel-sel mukosa tanggal terutama selama siklus
menstruasi dan selama masa hamil. Sel-sel yang di ambil dari mukosa vagina
dapat digunakan untuk mengukur kadar hormon seks steroid. Cairan vagina
berasal dari traktus genetalis atas atau bawah. Cairan sedikit asam. Interaksi
antara laktobasilus vagina dan glikogen mempertahankan keasaman. Apabila pH
nik diatas lima, insiden infeksi vagina meningkat. Cairan yang terus mengalir dari
vagina mempertahankan kebersihan relatif vagina.
2. Fisiologi
a. Tanda-tanda Vital
Suhu mulut pada hari pertama meningkat 30⸰C sebagai akibat pemakaian energi saat
melahirkan, dehidrasi maupun perubahan hormonik, tekanan darah stabil, penurunan
sistolik 20 mmHg dapat terjadi saat ini, nadi berkisar antara 60- 70 kali per menit.
b. Sistem Kordiovaskuler
Cardiac output setelah persalinan meningkat karena darah sebelumnya dialirkan
melalui utero plasenta dikembalikan ke sirkulasi general. Volume darah biasanya
berkurang 300-400 ml selama proses persalinan spontan. Trombosit pada hari ke 5-7
post partum, pemeriksaan homans negatif.
c. Sistem Reproduksi
Involusi uteri terjadi setelah melahirkan tinggi fundus uteri adalah 2 jari di bawah
pusat, 1-3 hari TFU 3 jari di bawah pusat, 3-7 hari TFU 1 jari di atas sympisis lebih
dari 9 hari TFU tidak teraba. Macam-macam lochea berdasarkan jumlah dan
warnanya:
1) Lochea Rubra : 1-3 hari, berwarna merah terang, mengandung darah, mungkin
ada bekuan kecil, bau amis yang khas (bau seperti hewan), keluar banyak sampai
sedang.
2) Lochea Sanguinolenta : 3-7 hari berwarna putih campur merah (pink) kecoklatan.
3) Lochea Serosa : 7-14 hari berwarna kekuningan.
4) Lochea Alba : Setelah hari ke- 14 berwarna putih.

D. Etiologi
Partus dibagi menjadi 4 kala :
1. Kala I
Kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap.
Pada permulaan his, kala pembukaan berlangsung tidak begitu kuat sehingga parturien
masih dapat berjalan-jalan. Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam,
sedangkan multigravida sekitar 8 jam.
2. Kala II
Gejala utama kala II adalah his semakin kuat dengan interval 2-3 menit, dengan durasi
50-100 detik. Menjelang akhir kala I ketuban pecah yang ditandai dengan pengeluaran
cairan secara mendadak. Ketuban pecah pada pembukaan mendekati lengkap diikuti
keinginan mengejan. Kedua kekuatan, his dan mengejan lebih mendorong kepala bayi
sehingga kepala membuka pintu. Kepala lahir seluruhnya dan diikuti oleh putar paksi
luar. Setelah putar paksi luar berlangsung kepala dipegang di bawah dagu ditarik ke
bawah untuk melahirkan bahu belakang. Setelah kedua bahu lahir ketiak diikat untuk
melahirkan sisa badan bayi yang diikuti dengan sisa air ketuban.
3. Kala III
Setelah kala II kontraksi uterus berhenti 5-10 menit. Dengan lahirnya bayi, sudah
dimulai pelepasan plasenta. Lepasnya plasenta dapat ditandai dengan uterus menjadi
bundar, uterus terdorong ke atas, tali pusat bertambah panjang, dan terjadi perdarahan.
4. Kala IV
Dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan post partum paling sering
terjadi pada 2 jam pertama, observasi yang dilakukan yaitu tingkat kesadaran penderita,
permeriksaan TTV, kontraksi uterus, terjadinya perdarahan. Perdarahan dianggap
normal bila jumlahnya < 400 – 500 cc.
E. Patofisiologi
Dalam masa post partum atau nifas, alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan
berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.
Perubahan-perubahan alat genetal ini dalam keseluruhannya disebut involusi.
Disamping involusi terjadi perubahan-perubahan penting lain yakni memokonsentrasi dan
timbulnya laktasi yang terakhir ini karena pengaruh lactogenik hormon dari kelenjar
hipofisis terhadap kelenjar-kelenjar mama.
Otot-otot uterus berkontraksi segera post partum, pembuluh-pembuluh darah yang ada
antara nyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan
setelah plasenta lahir.
Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks ialah segera post partum bentuk
serviks agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri terbentuk
semacam cincin.
Perubahan-perubahan yang terdapat pada endometrium ialah timbulnya trombosis,
degenerasi, dan nekrosis ditempat implantasi plasenta pada hari pertama endometrium
yang kira-kira setebal 2-5 mm itu mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan
desidua dan selaput janin regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis
yang memakai waktu 2-3 minggu.

F. Penatalaksanaan
1. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi perdarahan).
2. 6-8 jam pasca persalinan : Istirahat dan tidur tenang, usahakan miring kanan kiri.
3. Hari ke- 1-2 : Memberikan HE kebersihan diri, cara menyusui yang benar dan perawtan
payudara, perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas, dan pemberian informasi
tentang senam nifas.
4. Hari ke-2 : Mulai latihan duduk.
5. Hari ke-3 : Diperkenankan latihan berdiri dan berjalan.

G. Komplikasi
1. Pembengkakan payudara.
2. Mastitis (peradangan pada payudara).
3. Endometritis (peradangan pada endometrium).
4. Post partum blues.
5. Infeksi pueperalis ditandai dengan pembengkakan, rasa nyeri, kemerahan pada jaringan
terinfeksi atau pengeluaran cairan berbau dari jalan lahir selama persalinan atau
sesudah persalinan.

H. Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum


1. Pengkajian
a. Pengkajian Fisik
1) Riwayat kesehatan sebelumnya.
2) TTV
3) Mamae : Gumpalan, kemerahan, nyeri, perawatan payudara, management
engorgement, kondisi puting, dan pengeluaran ASI.
4) Abdomen : Palpasi RDA, TFU, kontraksi uterus, dan striae.
5) Perineum : Lochea dan tanda-tanda REEDA.
6) Ekstermitas : Varices dan tanda-tanda Homan.
7) Rektum : Hemoroid, dll.
8) Aktivitas sehari-hari.
b. Pengkajian Psikologis
1) Umum : Status emosi, gambaran diri, dan tingkat kepercayaan.
2) Spesifik : Depresi post partum.
3) Seksualitas : Siklus menstruasi, pengeluaran ASI, dan penurunan libido.
2. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri akut b/d agen injuri fisik (trauma jalan lahir, epiostomi)
b. Perubahan pola eliminasi BAK (disuria) b/d trauma perineum dan saluran kemih.
c. Perubahan pola eliminasi BAB (konstipasi) b/d kurangnya mobilisasi; diet yang
tidak seimbang; trauma persalinan.
d. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b/d peregangan perineum; luka episiotomi; involusi
uteri; hemoroid; pembengkakan payudara.
e. Gangguan pemenuhan ADL b/d kelemahan; kelelahan post partum.
f. Risiko defisit volume cairan b/d pengeluaran yang berlebihan; perdarahan; diuresis;
keringat berlebihan.
g. Risiko infeksi b/d trauma jalan lahir.
LAPORAN PENDAHULUAN
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN

ANNISA AURILIA
PO.71.3.201.17.1.049

CI LAHAN CI INSTITUSI

( ) ( )

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


JURUSAN D.III KEPERAWATAN
2019

Anda mungkin juga menyukai