KONSTRUKSI BENDUNGAN II
BAB I
BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY)
1. Pengertian
Bagunan pelimpah (spillway) adalah bangunan beserta instalasinya untuk
mengalirkan banjir yang masuk ke dalam waduk agar tidak membahayakan
keamanan bendungan.
2. Pembagian Type Bangunan Pelimpah
a. Secara umum
1. Pelimpah dengan saluran peluncur di sisi bendungan (side overflow
chute spillway)
2. Pelimpah berbentuk menara (tower spillway)
3. Pelimpah dengan ambang di tengah dan saluran pengangkut airnya di
permukaan bendungan (cetre over/low dam surface spillway)
4. Pelimpah morning glory (morning glory tunnel spillway)
5. Pelimpah dengan peredam energi jatuh bebas (free overfall spillway}
6. Pelimpah dengan pintu air (controlled spillway, gated spillway)
7. Pelimpah berbentuk siphon (siphon spillway)
b. Berdasarkan Pengunaannya (fungsinya)
1. Bangunan pelimpah utama (main spillway); untuk melewatkan air
sesuai dengan periode ulang yang sudah direncanakan.
2. Bangunan pelimpah pembantu (fuse plug spillway); dioperasikan bila
terjadi banjir luar biasa di atas kapasitas bangunan pelimpah utama.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
3. Bangunan pelimpah darurat (emergency spillway); dioperasikan bila
terjadi banjir luar biasa sedangkan pintu air bangunan pelimpah utama
atau pintu air bangunan pengeluaran (intake) tidak dapat dibuka atau
tidak dapat beroperasi penuh.
c. Berdasarkan Cara Oprasinya
1. Pelimpah tanpa alat kontrol (uncontrolled spillway, ungated spillway)
2. Pelimpah dengan pintu air (controlled spillway, gated spillway)
3. Bagian-bagian yang Penting dari Bangunan Pelimpah
Pembagian type bangunan pelimpah berdasarkan cara operasinya:
Bangunan Pelimpah yang paling umum digunakan pada bendugan type
urugan yaitu bangunan pelimpah terbuka dengan ambang tetap.
Gambar skema sebuah type bangunan pelimpah pada bendungan urugan.
Bagian-bagian Yang Penting Dari Bangunan Pelimpah biasanya terdiri dari
empat bagian utama, yaitu:
1. Saluran pengarah aliran
Saluranpengarahairan berfungsi sebagai penuntun dan pengarah aliran agar
aliran tersebut senantiasa dalam keadaan hidrolika yang baik.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
2. Saluran pengatur aliran
Saluran pengatur aliran berfungsi sebagai pengatur kapasitas aliran
(debit) yang melintasi bangunan pelimpah.
Bentuk dan sistem kerja:
a. Type ambang bebas (flowing into canal type)
b. Type bendung pelimpah (overflow weir type)
Dibuat untuk meningkatkan pengaturan serta memperbesar debit air yang
akan melintasi bangunan pelimpah.
Untuk perencanaan bangunan pelimpah yang kecif, hal-hal yang perlu
diperhatikan;
Kedalaman air yang memadai di dalam saluran pengarah aliran
Bentuk penampang bendung yang sesuai
Diusahakan agar terjadi aliran pelimpah sempurna,
Biasanya penggunaan koef C = 2,0 s/d 2,1 sudah cukup memadai.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Untuk bangunan pelimpah yang besar nilai C biasanya diperoleh dari
pengujian-pengujian hydrolika.
Gambar Koefisien limpahan dari berbagai type bendung (yang dipengaruhi
oleh kedalaman air dalam saluran pengarah).
c. Type pelimpah samping (sideward over flow type)
Pelimpah samping adalah bangunan pelimpah yang saluran
peluncurnya berposisi menyamping terhadap saluran pengatur aliran
di udiknya.Aliran yang melalui pelimpah samping seolah-olah terbagi
dua tingkatan dengan dua buah peredam energi. Syarat yang perlu
diperhatikan yaitu : debit banjr yang melewatinya tidak menyebabkan
aliran yang menenggelamkan bendung pada saluran pengatur. Saluran
pelimpah samping harus dibangun diatas pondasi batuan yang kokoh,
karena saluran tersebut akan menerima beban hidrodinamis berupa
hempasan aliran air dan gaya-gaya vibrasi.
d. Saluran transisi
Saluran transisi berfungsi untuk raenghubungkan saluran samping
bangunan pelimpah dengan saluran pelucur, karena biasanya; Saluran
samping pada bangunan pelimpah berbentktrapesium, sedang saluran
peluncur biasanya berebentuk persegi panjang.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Bentuk saluran transisi harus direncanakan dengan sangat hati-hati,
mengingat:
Saluran transisi sangat besar pengaruhnya terhadap resim aliran di
dalam saluran peluncur.
Saluran transisisi berfungsi sebagai pengatur aliran pada debit-
debit banjir abnormal.
Untuk menghindari terjadinya aliran yang helisoidal dalam saluran,
maka diusahakan bentuknya se-simetris mungkin, terutama pada
penampang lintang dan tampak atasnya.
3. Saluran peluncur
Perencanaan saluran peluncur (flood way) harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
a. Air yang melimpah dari saluran pengatur mengalir dengan lancar
tanpa hambatan-hambatan hydrolis
b. Konstruksi saluran peluncur cukup kokoh dan stabil dalam
menampung semua beban yang timbul
c. Agar biaya konstruksinya diushakanseekonomis mungkin.
Agar persyaratan tersebut dapat terpenuhi, hal-hal yang perlu
diperhatikan sebagai berikut:
a. Diusahakan agar tampak atasnya selurus mungkin.
b. Penampang lintang saluran peluncur sebagai patokan supaya diambil
bentuk persegi empat.
c. Kemiringan dasar saluran diusahakan sedemikian rupa sehingga pada
bagian udik berlereng landai, tetapi semakin ke hilir semakin curam,
agar kecepatan aliran dapat ditingkatkan secara berangsur-angsur dan
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
kemudian aliran berkecepatan tinggi di dalam saluran tersebut dapat
dituntun secara ketat meluncur memasuki peredam energi.
d. Biasanya saluran yang tertutup (berbentuk terowongan) kurang sesuai
untuk saluran peluncur, karena peningkatan debit yang terjadi akan
dapat merubah aliran terbuka menjadi aliran tertekan (karena
terowongan yang semula hanya terisi sebagian menjadi penuh).
4. Peredam energi
Sebelum aliran air sungai yang masuk ke dalam pelimpah dikembalikan ke
dalam sungai, maka aliran dalam kecepatan tinggi dalam kondisi super-
kritis tersebut harus diperlambat dan diubah pada kondisi sub-kritis guna
meredusir (meredam) kandungan energi yang tinggi (yang memiliki daya
gerus yang tinggi) sehingga mencapai keadaan yang normal kembali, dan
aliran tersebut masuk kedalam sungai kembali tanpa membahayakan
kestabilan alur sungai tersebut.
Untuk tujuan inilah maka di ujung hilir saluran peluncur biasanya dibuat
suatu bangunan yang disebut peredam energi pencegah gerusan (scour
protection stilting basin).
Disesuaikan dengan type bendungan urugan, kondisi topografi serta sistem
kerjanya, maka peredam energi mempunyai beberapa type.
Khusus untuk bendungan-bendungan unigan, biasanya digunakan type-
type sebagai berikut:
a. Type loncatan air (water jump type)
b. Type kolam olakaii(stilling basin type)
c. Type bak pusaran (roller bucket type)
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar diperoleh tipe peredam ebergi
yang sesuai untuk bangunan pelimpah yang direncanakan adalah sebagai
berikut:
a. Gambarankarakteristikahidrolispadaperedamenergiyangdirencanakan.
b. Hubungan lokasi antara peredam energi dengan tubuh bendungan.
c. Karakteristika hidrolis dan karakteristikakonstrukstif dari bangunan
pelimpah.
d. Kondisi-kondisi topografi, geologi dan hidrolikadi daerah tempat
kedudukan rencana bangunan peredam energi.
e. Situasi serta tingkat perkembangan dari sungai di sebelah hilirnya.
1) Peredam energi type loncatan atau peredam energi loncatan.
Peredam energi loncatan biasanya dibuat untuk sungai yang dangkal
(kedalaman yang lebih kecil dari kedalaman loncatan hidrolis aliran di
ujung udik peredam energi. Type ini hanya cocok untuk sungai
dengan dasar alur yang kokoh.Pondasi dasarnya, alur sungai tempat
terjunan, serta daerah sekitar jangkauan gelombang yang timbulkan
oleh terjunan tersebut harus terdiri dari batuan masif dan kokoh.
Gambar Bentuk lengkung peredam pada energi loncatan.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Standard kasar sebagai dasar pembuatan peredam energi type ini
adalah sebagai berikut:
a. Penentuan posisi dan lokasi ujung akhir peredam energi loncatan
Elevasi ujung akhir peredam energi loncatan biasanya dibuat 1,5
s/d 2,0 m lebih tinggi dari elevasi permukaan tertinggi air sampai
di hilirnya.
b. Bentuk ujung hilir peredain energi loncatan Ujung hilir peredam
energi loncatan dibuat dengan:
Sudut kemiringan dasar ujung hilir dibuat sekitar 20 ~ 30°
Cekungan di udik dibuat dengan radius 10 - 15 m
Ujung hilir pada titik dimana aliran air mulai meloncat dibuat
dengan sudut 90°
c. Posisi terjunan pada peredam energi loncatan
Pada rencana teknis detail peredam energi perlu pula diketahui
perkiraan jarak loncatan air serta posisi jatuhnya kembali di atas
permukaan air sungai di hilirnya dan bentuk loncatan air yang
yang meninggalkan ujung hilir peredam.
d. Intensitas penggerusan yang disebabkan oleh terjunan pada
peredam energi loncatan.
Kedalaman bantalan air (ds) yang diperlukan untuk menerima
terjunan air sangat bervariasi, tergantung tinggi terjunan (h1) dan
debitnya per-unit lebar (q), dimana hubungan dari ketiga faktor
tersebut tertera pada diagram gambar.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar kedalaman gerusan oleh terjunan air di hilir peredam energi.
2) Peredam energi type kolam olakan
Suatu bangunan peredam energi yang berbentuk kolam, dimana
prinsip peredaman energinya yang sebagian besar terjadi akibat proses
pergesekan di antara molekui-molekul air.
a. Pemilihan type kolam olakan
Secara umum kolam masih dapat dibedakan dalam 3 (tiga) type
utama, yaitu; kolam olakan type datar, type miring ke hilir, dan
type miring ke udik. Di antara type tersebut yang paling umum
digunakan adalah kolam olakan datar.
a) Kolam olakan datar type I
Type ini merupakan kolam olakan dengan dasar yang datar
dan terjadi peredaman energi yang terkandung dalam aliran
air dengan benturan secara langsung aliran ke atas permukaan
dasar kolam. Karakterisyiknya:
Cocok untuk mengalirkan debit yang kecil dengan
peredaman energi yang kecil
Kolam olakannya menjadi panjang dan dimensinya kecil
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar kolam olakan datar type 3
b) Kolam olakan datar type II
Mekanisme peredaman energi yang terkandung dalam aliran
untuk type ini adalah akibat gesekan di anatar molekul-
molekul air di dalam kolam dan dibantu oleh periengkapan-
perlengkapan yang dibuat berupa gigi-gigi pemencar aliran di
pinggir udik dasar kolam dan ambang bergerigi di pinggir
hilirnya. Karakteristik type ini:
Cocok untuk aliran dengan tekanan hidrostatis tinggi
dan dengan debit yang besar (q > 45 m3/dt/m, tek.
hidrostatis> 60 m dan bilangan Fronde>4,5).
Memiliki (dibuat) gigi-gigi pemancar aliran, yang
berfungsi untuk meningkatkan efektifitas peredaman.
Memiliki ambang bergerigi yang berfungsi untuk
menstabilkan loncatan hidrolis dalam kolam olakan
tersebut
Sangat sesuai untuk bendungan type urugan dan
penggunaannya cukup luas.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar Bentuk kolam olakan datar type II.
c) Kolam olakan datar type III
Prinsip kerja dari kolam olakan type III ini sangat mirip
dengan dengan sistim kerja kolam olakan type II.
Karakteristik type ini:
Lebih sesuai untuk mengalirkan air dengan tekanan
hidrostatis yang rendah dan dengan debit yang agak kecil
(q < 18,5 m3/dt/m dan bilangan Froude > 4,5).
Memiliki (dibuat) gigi-gigi pemancar aliran di tepi udik
dasar kolam, gigi penghadang aliran (gigi benturan) pada
dasar kolam olakan.
Biasanya digunakan untuk pelimpah pada bendungan
urugan uang rendah.
Karakteristik pengaliran dapat dilihat pada gambar 10.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar Bentuk kolam olakan datar type III.
d) Kolam olakan datar type IV
Prinsip kerja kolam olakan type ini sama dengan kolam
olakan type III, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Karakteristik type ini:
Lebih cocok untuk aliran air dengan tekanan hidrostatis
yang rendah dan dengan debit yang besar per unit lebar
yaitu untuk aliran dalam kondisi super iritis (bilangan
Froude antara 2,5 s/d 4,5).
Biasanya digunakan untuk pelimpah pada bendungan
urugan yang sangat rendah atau pada Bandung-bendung
penyadap, Bandung-bendung konsolidasi, Bandung-
bendung penyangga, dll.
Berhubung peredam energi untuk aliran dengan angka
Fraude antara 2,5 s/d 4,5 umumaya sangat sukar, karena
getaran hidrolis yang timbul pada aliran tersebut tidak
dapat dicegah secara sempurna, maka apabila keadaannya
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
memungkinkan, sebaiknya lebar kolam diperbesar agar
bilangan Froudenya berada di luar angka-angka tersebut.
Gambar Bentuk kolam olakan datar type IV (Bilangan Froude antara 2,5 s/d
4,5)
b. Kedalaman lonctan hidrolis dan minimum kedalaman air
yang diperkenankan di hilirnyanya.
Gambar kedalaman minimum air sungai di hilir kolam olakan type I, II dan
III
- Kondisi pengujiaft-pergujian mode! unluk kolam olakan datar
type I
Kondisi sebenarnya kolam olakan datar type II
- Kedalaman minimum air sungai untuk kolam olakan datar type
II
c. Penentuan ukuran memanjang kolam olakan datar
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Ukuran memanjang klam olakan datar biasannya tergantung pada
bilangan Froude aliran yang akan melintasi kolam tersebut,
sedangkan untuk pemiiihan type-type dari koiam olakan datar
tersebut dilakukan dengan penyesuaian-penyesuaian yang
didasarkan pada penelitiau-penelitian dan pengujian-pengujian
pada model hidrolika.
Untuk penentuan panjang kolam olakan datar dapat digunakan
ukuran standard, sebagaimana tertera pada gambar 13 sebagai
berikut:
Gambar Panjang loncatan hidrolis pada kolam olakan datar type-type I, II dan
III.
Kondisi scsungguhnya pada kolam olakan type II
Kondisi pengujian model untuk kolam olakan. type II
Kondisi pengujian model untuk kolam olakan type III
d. Gigi-gigi pemancar aliran
Gigi-gigi pemancar aliran yang dibuat pada posisi masuknya
aliran dari saluan peluncur ke dalam kolam olakan akan berfungsi
sebagai pembagi berkas aliran yang besar, kompak dan searah,
menjadi berkas yang kecil-kecil yang tidak kompak dan tidak
searah lagi (menjadi aliran yang terpencar), sehingga intensitas
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
gesekan-gesekan di anatara molekul-molekul air di dalam klam
olakan menjadi sangat tinggi. Ini berarti intensitas peredaman
energinya juga akan tinggi, dengan demikian aliran air akan
kembali tenang dengan kandungan energi yang cukup kecil
dengan kandungan energi yang cukup kecil untuk dapat diterima
oleh alur sungai.
Pada kolam datar type II dan III, tinggi dan lebar gigi pemencar
disarankan agar mendekati kedalaman air di depan loncatan
hidrolis (D1sedang jarak antara dinding samping kolam dengan
gigi paling pinggir diambil '/2D1, dan jarak antara masing-masing
blok diambil sama dengan d1.
Selanjutnya pada kolam olakan datar type IV, aliran yang
meluncur dari saluran peluncur akan terjun langsung membentur
dasar kolam dan membentuk pusaran super kritis yang vertikal.
Gigi-gigi pemencar yang dibuat di tepi udik dasar kolam
berftingsi meningkatkan kecepatan pusaran tersebut dan
menstabilkan loncatan hidrolis. Ukuran dan gigi-gigi pemencar
untuk kolam olakan datar type IV ini biasanya ditentukan sesuai
dengan ketentuan.
e. Gigi-gigi benturan
Salah satu cara yang paling efektif untuk mengurangi panjangnya
kolam olakan adalah dengan pembuatan sebaris atau lebih gigi-
gigi benturan pada dasar kolam, Gigi-gigi tersebut berfungsi
sebagai penghadang serta mendeformir loncatan hidrolis menjadi
lebih pendek, seperti yang terjadi pada kolam olakan datar type
III.
Semakin besar bilangan Fronde suatu aliran, maka gigi-gigi
benturan supaya dibuat semakin tinggi dan didasarkan pada nilai
D1.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar Tinggi gigi benturan dan ambang hilir pada kolam olakan datar type
III.
Total lebar gigi-gigi dan total panjang jarak antara gigi-gigi
tersebut Vosanya dibuat hampir sama dan ukuran leuar gigi serta
jarak antaranya iimbil 0,75 kali lebar gigi-gigi tersebut. Lokasi
gigi benturan biasanya dengan jarak 0,8 D2 ke hilir dari gigi-gigi
pemencar.
f. Ambang ujung hilir kolam olakan
Ujung hilir kolam olakan datar type II biasanya dibuat dengan
ambang bergerigi dan ambang rata pada kolam olakan type III
dan IV.
3) Peredam energi type bak pusaran atau kolam pusaran
Peredam energi type bak pusaran (roller bucket type energi reduction)
adalah bangunan peredam energi yang terdapat di dalam aliran
airdengan proses pergesekan di antara molekul-molekul air
akibattimbulnya pusaran-pusaran vertikal di dalam suatu kolam.
Type bak pusaran ini merabutullkan pondasi batuan yang kokoh dan
air yang terdapat di hilirnya cukup dalam.
Bentuk type bak pusaran ini beragam, disesuaikan dengan kondisi
topografi dan geologi tempat kedudukannya serta kondisi fluktuasi
permukaan air di hilir kolam tesebut.
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16
KONSTRUKSI BENDUNGAN II
Gambar peredam energi type bak pusaran
VERRY SISWANTO 105 81 11129 16