CHAPTER ONE
Control System Design and Simulation
Jack Golten and Andy Verwer
Automatic control sangat diperlukan dalam
industri modern karena memiliki keunggulan
yaitu hasil operasi yang lebih konsisten, lebih
aman bagi operator dan dapat menghemat
operating cost.
Saat ini, kebutuhan akan Automatic control
terus tumbuh seiring dengan rentang aplikasi
dan persyaratan kinerja yang semakin ketat
dan rumit.
Bagian bagian Sistem Kontrol
Control
elements
Controller
(human/ device/
computer)
(actuator)
Measurement
elements
(detector/sensor)
Plant
(machine/
vehicle yg
dikontrol)
Feedback
Feedback diperlukan agar automatic control dapat
menerima masukan berupa perubahan lingkungan/
terjadinya gangguan sehingga sistem dapat menyesuaikan
dengan perubahan tersebut
Squential Control System
Sistem kontrol squensial merupakan fungsi kontrol logic
dimana sensor hanya memberikan sinyal on/off saja.
Quantitative Control System
Merupakan sitem kontrol yang bertujuan untuk mengontrol
nilai sebenarnya (actual value) dari jumlah/ posisi pada
Plant yang dikontrol.
Regulation
Fungsi regulator dari suatu sistem kontrol ialah
untuk menjaga agar keluaran/ output dari plant
konstan pada nilai yang diinginkan pada saat
terjadi gangguan pada plant.
Trajectory Following
Sistem kontrol dibutuhkan agar keluaran dari plant
dapat mengikuti profil/ lintasan tertentu dengan
seakurat mungkin.
Open-loop Control
Strategi control yang
paling sederhana seperti
dengan hanya memberi
dial pada katup masuk
fluida. Akan bekerja baik
jika tidak ada perubahan
pada outflow dan
parameter lainnya tetap
Feedforward Control
Dengan memonitor
outflow, maka dapat
diketahui perubahan laju
aliran fluida sehingga
katup masukan dapat
disesuaikan dengan
perubahan.
Feedback Control
Dengan memonitor tinggi level fluida pada tank dan
menyesuaikan bukaan katup masukan berdasarkan
perubahan level.
On/Off Feedback Control
Memberikan sensor switch berupa batas atas dan
batas bawah pada level tank.
Modulating Feedback Control
Dalam perancangan sistem kontrol, harus
diperhatikan juga sistem keamanannya. Jika
sistem kontrol gagal, maka harus ada sistem
fail safe yang dapat menanggulangi bahaya
akibat kegagalan sistem kontrol.
Furnace Control
Pada kenyataannya, suatu sistem memerlukan
waktu (delay) dalam merespon.
Dinamika dari sistem ini dapat dimodelkan
dengan menggunakan persamaan diferensial
yang seringkali diselesaikan dengan
menggunakan digital computer.