1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
SosialIndonesia

Pertama di Dunia, Indonesia dan Malaysia Blokir Grok AI

Alex Berry sumber: AP, Reuters
12 Januari 2026

Langkah ini diambil setelah bot tersebut diketahui menghasilkan gambar eksplisit perempuan dan anak-anak tanpa persetujuan, di platform X milik Elon Musk.

https://p.dw.com/p/56fx2
Krakow, Polandia 2025 | Grok di X pada layar smartphone
xAI, perusahaan di balik Grok, sedikit melakukan upaya untuk menyelesaikan masalah pembuatan gambar eksplisit tanpa persetujuanFoto: Jakub Porzycki/NurPhoto/picture alliance

Akhir pekan lalu, Indonesia dan Malaysia menjadi negara pertama di dunia yang memblokir akses ke Grok, chatbot AI milik Elon Musk, setelah disalahgunakan untuk membuat gambar seksual eksplisit tanpa persetujuan.

Indonesia memblokir sementara Grok pada Sabtu (10/1), diikuti Malaysia pada Minggu (11/1).

Grok, yang bisa diakses melalui X (sebelumnya Twitter), memicu kemarahan global karena digunakan untuk menghasilkan gambar perempuan dalam posisi seksual eksplisit dan mengenakan bikini. Beberapa gambar bahkan melibatkan anak-anak.

Sikap Indonesia dan Malaysia terhadap larangan Grok

"Pemerintah melihat deepfake seksual tanpa persetujuan sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, dan keselamatan warga di ruang digital," ujar Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, pada Sabtu lalu.

Sementara itu, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) menyatakan pada hari Minggu bahwa mereka memblokir Grok karena bot ini berulang kali digunakan "untuk menghasilkan gambar yang cabul, seksual eksplisit, tidak senonoh, sangat ofensif, dan dimanipulasi tanpa persetujuan, termasuk konten yang melibatkan perempuan dan anak-anak."

MCMC menambahkan, pihaknya telah menghubungi Elon Musk melalui X dan xAI, perusahaan Akal Imitasi (AI) di balik Grok, untuk menuntut adanya langkah perlindungan yang efektif. Namun, menurut MCMC, tanggapan yang diberikan hanya mengarahkan pada mekanisme pelaporan oleh pengguna, dan dinilai "tidak cukup untuk mencegah bahaya atau memastikan kepatuhan hukum."

MCMC menegaskan, Grok akan tetap diblokir sampai ada perlindungan yang efektif diterapkan.

Apa itu Grok?

Grok merupakan salah satu peserta dalam perlombaan AI global, bersaing dengan produk dari Google dan Microsoft.

Alat AI seperti ini sering menimbulkan pertanyaan soal regulasi, karena kemampuan teknologi berkembang lebih cepat daripada aturan yang ada. Di beberapa kasus, regulasi bahkan sengaja dibatasi, seperti di Amerika Serikat (AS) pada masa pemerintahan Trump.

Elon Musk, yang dikenal dekat dengan Donald Trump, meluncurkan Grok pada 2023 dengan akses gratis bagi pengguna X. Pada musim panas 2025, perusahaan tersebut menghadirkan Grok Imagine, fitur pembuatan gambar dengan “mode pedas” yang memungkinkan pembuatan konten dewasa.

Keluhan soal fitur ini datang dari Uni Eropa, Inggris, India, dan Prancis. Sebagai respons, fitur pembuatan gambar dibatasi hanya untuk pengguna X yang membayar, namun kritik menyebut langkah ini belum cukup menyelesaikan masalah.

 

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid